Guru PNS SD Jatiroto Menjadi Korban Gendam

1 97
Lami (55) korban gendam saat melapor di Polsek Wonogiri Kota | Foto Bagus

infowonogiri.com – GIRIMARTO – Seorang ibu pegawai negeri sipil (PNS) di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Girimarto, Lami (50) menjadi korban aksi gendam, dilaporkan ke Polsek Wonogiri Kota, Kamis (27/12). Ibu guru SD Negeri Jatiroto itu merugi sekira Rp.8 juta. Sebab uang dan emas yang dibawanya raib dibawa kabur pelaku.

Kapolsek Wonogiri Kota Hadijah Sahab, aksi gendam tersebut terjadi sepekan lalu, Rabu (19/12) lalu. Dijelaskan, Lami adalah warga Dusun Ngulu Wetan RT 01 RW 09, Kecamatan Pracimantoro Wonogiri. “Pengakuannya dia menjadi korban gendam di halaman RSUD dokter Soediran Mangun Sumarso (RSUD SMS) seminggu lalu, tapi baru dilaporkan hari ini,” katanya.

Kronologisnya, waktu itu pelapor, datang ke Kantor Pembantu Bank Jateng Unit RSUD SMS. Korban hendak transfer uang untuk biaya kuliah anaknya di Akademi Keperawatan. Saat mengantri, Lami didatangi pria berumur sekira 55 tahun. Pria tersebut mengaku priyayi Solo. Tubuh tinggi sekira 170-an. Kulit kuning langsat. Berkaca mata.

Kemudian dia menepuk punggung Lami. Lami tanpa curiga menuruti ajakan pria tersebut. Kemudian bertemu dengan dua kawan pelaku di taman RSUD SMS. Mereka berempat berbincang-bincang. Saat itu korban diingatkan agar tidak mengenakan perhiasan yang tampak mencolok. Sebab dengan banyak perhiasan terkesan sombong.

Lami menuruti tutur kata penjahat itu. Lami kemudian disuruh melepasi seluruh perhiasannya dan menaruh ke dalam tas. Di dalam tas tersebut juga terdapat uang. “Saat menaruh uang saya disuruh membaca mantra “selamet” dan ” sugih” sebanyak 360 kali sambil memejamkan mata, agar konsentrasi,” ujarnya.

Belum selesai membaca mantra, Lami diperintahkan kembali antri ke kantor Bank Jateng. Saat itulah dia baru tersasadar, bahwa uang Rp.6 juta dan perhiasan 13 gram telah raib. “Uangnya Rp.6 juta. Kalung 10 gram. Cincin 3 gram. Semua sudah hilang. Tinggal kertas kosong puluhan lembar,” katanya.

Kapolsek berharap, pelaku bisa tertangkap. Sebab beberapa pelaku sudah teridentifikasi karena terekam dalam Rekaman CCTV (kamera pengintai) di ruang tunggu Bank Jateng. Karena sudah terjadi, pihaknya menghimbau agar masyarakat kian waspada. Waspadai orang yang baru dikenalnya.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!