Dewan Menilai Penggalangan Dana PMI Salahi Aturan

0 35
Kasek dan staf SDIT Wonogiri Wahyudi dan Sutikno | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sejak awal Desember ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri melakukan penggalangan dana melalui sekolah sekolah. Diduga penggalangan dana melibatkan anak didik mulai tingkat sekolah dasar (SD), sampai SLTA, dan wali murid.  Namun langkah tersebut dinilai melanggar.

Penilaian tersebut dikemukakan oleh dua anggota Komisi D DPRD Wonogiri Indun Suyetno dan Sulardi, serta satu anggota Komisi C DPRD Wonogiri Bambang Sadriyanto, Senin (10/12) di kantor wakil rakyat. Indun menyebutkan, penggalangan dana itu seharusnya, hanya bisa dilakukan melalui bulan dana PMI.

“Penggalangan dana PMI melalui anak anak sekolah itu tidak boleh. Apalagi anak sekolah SD tersebut terkesan dimobilisasi atau digalakkan. Itu namanya mengkaryakan anak anak-anak SD,” ujar Indun.

Hal senada juga dikemukakan oleh Sulardi dan Bambang Sadriyanto. Bahkan Sulardi dan Bambang dengan tegas menolak penarikan dana PMI melalui siswa. “Awalnya anak saya menyodorkan kupon penarikan dana PMI. Saya sampaikan ke anak saya agar anak saya menolak. Saya keberatan anak anak SD ditariki dana PMI,” tegas Bambang.

Yang lebih parah, tambah Indun, penggalangan dana anak anak SD swasta di Baturetno dilakukan pada malam hari. “Sabtu malam Minggu kemarin, saya dimintai menyumbang dana PMI oleh siswa SD swasta. Saya menyayangkan itu. Bukan masalah jumlah uangnya. Mengapa harus mengkaryakan anak-anak SD yang,” sesal Indun.

Informasi yang diperoleh infowonogiri.com , ternyata hal itu terjadi tidak hanya di Baturetno. Di Kecamatan Karangtengah, di Selogiri, di Wonogiri Kota dan juga di Jatisrono juga terjadi. Baik di sekolah negeri maupun swasta. Di sekolah swasta antara lain di SD IT Baturetno dan SDIT Al Huda Wonogiri Kota.

Mereka bertiga mendesak agar Kepala Dinas Pendidikan menindaklanjuti dengan menghentikan penarikan dana melalui sekolah-sekolah. Terlebih, ketika dikonfirmasi dewan, Kadinas mengaku tidak mengetahuinya. “Harus disetop, jangan diteruskan. Dinas harus bertindak tegas,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah SD IT Al Huda Wonogiri Wahyudi, mengatakan penggalangan dana PMI di sekolahnya berdasarkan surat edaran dari PMI dan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wonogiri. Sekolah memberikan formulir dan kupon PMI. Siswanya diminta membawa pulang untuk diisi nominal sumbangan dan mengisi nama siswa dan walinya.

Wahyudi menyebut pihaknya telah menyetorkan dana PMI ke kas Rp.2,64 Juta. Jumlah tersebut dinilai cukup banyak. Tahun 2011 lalu hanya Rp.400 ribu. Soal penilaian dewan penggalangan dana itu menyalahi aturan, Wahyudi mengaku tidak tahu. “Ini sudah lama kita lakukan. Kami bertujuan melatih anak agar rajin berderma,” katanya.

Terpisah Sekretaris PMI Kabuapten Wonogiri Annajib Thohari dan wakilnya Warjo, menyatakan penggalangan dana melalui sekolah sah. Dasarnya SK Bupati seperti yang tercantum pada kupon dan formulir penggalangan dana. “Jangan menilai salah dulu, saya sarankan agar anggota dewan tersebut mempelajari SK Bupati itu,” katanya.

Penggalangan dana itu sukarela. Tidak ada paksaan. Bagi yang mau tidak mau tidak perlu membayar. “Kalau gak mau gak usah bayar, kok repot,” kata Annajib. Soal penggalangan anak anak SD wakil dan ketuanya itu mengaku tidak tahu. Bahkan keduanya tidak percaya itu terjadi.[[email protected]]

error: Content is protected !!