Tarik Ulur Pelaksanaan Jamasan Pusaka

0 31

infowonogiri.com – SELOGIRI – Ini wacana baru. Jamasan Pusaka yang selama ini diselenggarakan oleh Pemda Wonogiri, jamasan yang akan datang diwacanakan agar dilaksanakan oleh masing masing kecamatan.

Usulan tersebut dikemukakan oleh Camat Selogiri, Bambang Haryanto, Kamis (22/11). Bambang menginginkan upacara adat jamasan pusaka beralasan, jika jamasan pusaka diselenggarakan oleh masing masing kecamatan, maka akan bisa mengangkat potensi wisata dan budaya setiap kecamatan.

Di sisi lain, selama ini jamasan pusaka dan kirab pusaka dilaksanakan oleh Pemda Wonogiri secara serentak di Taman Wisata Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Rencana tahun ini jamasan dan kirab pusaka dilaksanakan pada Minggu (25/11) mendatang.

“Jamasan dan kirab pusaka sebaiknya dilakukan di wilayah masing-masing. Tujuannya untuk pengembangan budaya dan wisata wilayah kecamatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” katanya. Jamasan, sebelumnya selalu dilaksanakan di Wonogiri. Penontonnya kebanyakan dari berbagai daerah.

Bambang beranggapan, Keris Kyai Worowelang  dan Tombak Kyai Totog saya yakin orang Selogiri tidak banyak yang tahu, padahal dua pusaka yang selalu menjadi sorotan saat dikirab di Wonogiri berasal dari Selogiri.

Harpannya, penduduk kecamatan memahami peninggalan budayanya. Jamasan harus tetap dilakukan oleh abdi dalem Mangkunegaran. Karena pusaka-pusaka yang dijamas berasal dari Mangkunegaran. “Saat ini sudah tidak saatnya semua kegiatan tersentralisasi di Kabupaten. Semua kecamatan berhak mengembangkan potensi wilayahnya untuk mengembangkan Wonogiri lebih maju,” katanya.

Sementara Camat Girimarto, Edi Tri Hadiyanto tetap akan mengirim pusaka keris Kyai Semartinandhu pada acara di Wonogiri. Edy berpendapat, piohaknya sepakat dengan apa yang telah menjadi keputusan bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wonogiri, Pranoto, menjelaskan usulan Camat Selogiri, Bambang Haryanto, menurutnya cukup baik. Namun masalahnya jika nanti jamasan pusaka dilaksanakan didaerah diprediksi akan mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) dari gelar budaya ini. “Usulan itu baik, namun apakah kita siap tidak, kehilangan PAD?” katanya bernada tanya.[[email protected]]

error: Content is protected !!