Tanaman Singkong Jadi Andalan Wonogiri

1 139
Bupati foto bersama dengan petani dan pejabat Muspika Baturetno | Foto Bagus

infowonogiri.com – BATURETNO – Kelompok Petani Ngudi Raharjo dan Ngesti Nugroho di Dusun Ponaman Desa Munggung Kecamatan Baturetno, melaksakan kegiatan upacara penanaman ubi kayu (singkong) varites unggul di lahan seluas 2 hektar di wilayah lahan pertanian milik warga setempat.

Bupati Danar Rahmanto, dalam sambutan sebelumnya juga mengemukakan, bahwa penduduk Wonogiri mayoritas petani. Sebagian banyak diantaranya adalah petani singkong. Bupati sendiri mengaku sudah melakukan uji coba menanam singkong verites unggul yang diperbantukan kepada petani ini.

“Saya sama pak Guruh (kepala Dinas Pertanian) sudah mencoba menanam di Ngadirojo. Saya kasih nama varites Timbil Jaya (TJ). Hasilnya, dalam kurun waktu 7 bulan, perpohon bisa mengahasilkan rata rata 10 kg,” katanya. Bupati berkeiningan petani di Wonogiri kembali giat menanam ubi kayu. Tujuannya adalah demi kemakmuran masyarakat.

Kata kuncinya jika rakyat makmur dan sejahtera rakyat ayem tentrem. Singkong adalah tanaman mudah tumbuh, murah perawatannya dan bernilai ekonomi, serta pasarnya jelas. Harga singkong saat ini sekira Rp.850,–Rp.1000/kg. Per satu hektar berpontensi panen 100 ton singkong. Operasional selama tujuh bulan maksimal 20 juta.

 

“Maka gaji petani singkong lebih tinggi dibandingkan dengan camat. Ketemunya sekitar Rp.3,5 juta/bulan sampai Rp.4 juta penghasilan perbulan,” beber Bupati. Bupati juga mengemukakan mocaf (modifikasi casafa/singkong), kini menjadi incara pasar dunia. Sebab mocaf akan dijadikan sebagai bahan pengganti tepung beras dan gandum dan tepung.

Gandum dan tepung adalah salah satu bahan baku utama mie dan roti dan lain lain. Karena itu Bupati berpesan, agar petani Baturetno dan sekitarnya semangat dalam menanam singkong. Tidak hanya sekedar obor obor blarak. Bupai juga berpesan, setahun yang akan diharapkan dikembangkan ke kelompok masyarakat yang lain. Agar ada kesinambungan.

“Kita tidak perlu konsep yang dakik-dakik, sederhana tapi sukses dan menghasilkan,” pungkas Bupati.

Sementara PPL Baturetno Kikis, mengemukakan, cara menanam singkong varites unggul adalah menyiapkan lahan dengan dicangkul atau ditraktor. Lahan dibiarkan minim dua hari, dan lebih baik jika sampai terguyur hujan. Kemudian membuat jarak ukur lubang tanaman, yakni 1 x 1 meter. Lubang berdiamter kurang lebih 40 Cm.

Kemudian dimasukkan pupuk kandang (organik) yang telah divermentasi (sudah jadi). Kemudian pupuk organik ditutup dengan tanah yang yang semula. Lalu dibuat ajir (tanda), setelah bibit ubi kayu telah siap maka tanamlah. Batang ubi kayu berukuran standar kayu 22 Cm. Siapkan PPC (pupuk pelengkap cair), lalu batang ubi kayu direndam dalam air yang telah dicampur PPC sampai 3 jam.

Setelah itu tanamlah. Perawatan selanjutnya dua minggu kemudian atau setelah muncul calon batang pupuklah dengan pupuk an-organik NPK Ponska, SP36, ZA, Urea. Dalam kurun waktu 20 hari-30 hari kembali dipupuk dengan pupuk organik.

Setelah sudah tumbuh diharuskan pembumbunan (batang pohon diuruk dengan tanah di sekitar batang ubi kayu). Pemilik lahan, Johan Wijaya dkk mengatakan lahan yang disiapkan seluas dua hektar, dikerjakan oleh sekira tujuh orang. Johan dkk akan menanam sebanyak 20.000. Johan yakin ia dkk akan sukses.[habis][[email protected]]

error: Content is protected !!