Salah satu pengelola BMT Dana diduga kabur ke luar negeri

0 52
Lembaga Keuangan BMT Syariah Dana Bersama Bermasalah | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sementara dua pengelola BMT Dana Bersama Endang dan Harijanti (Ibu Sekdes/Ibu Carik) mengemukakan, pihaknya ingin masalah ini ditangani secara menyeluruh, secara bersama-sama.

Tidak hanya dibebankan kepada Endang dan Harijanti. Mereka meminta tiga orang pengelola dan seluruh pengurus, terutama Ketua BMT Dana Bersama dan Bendaharanya, turut andil menyeleleseaikannya.

“Masalah ini jangan hanya dibebankan kepada kami berdua, tetapi semuanya. Termasuk pengurus Koperasi Dana Berasama. Selama ini saya sudah berusaha untuk bertemu dengan pengurus tetapi tidak pernah bias,” ujar Endang. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Harijanti alias Bu Carik.

Terpisah, Ketua Puskopsyah BMT Dana Berama Rachamat alias Muji tidak berhasil dikonfirmasi secara langsung. Menurut keluarganya, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Partai Gerindra itu sedang di Semarang. “Bapak tidak ada, Bapak di Kantor Semarang (DPRD Semarang),” kata Atika alias Tika istri Muji/Rachmat.

Atika alias Tika sendiri terkesan cuci tangan. Alasannya, Tika mengaku sudah tidak pernah mengurusi Puskopsya BMT Dana Bersama Slogohimo. Menurutnya waktunya sudah habis untuk mengurusi bisnisnya sendiri. Usahanya antara lain Swalayan, jual beli tanah dan kendaraan bermotor baik mobil maupun motor.

“Saya sudah tidak melaksanakan tugas sebagai bendahara sejak 2005, lihat saja itu transaksinya kapan. Saya berani disumpah dengan cara apapun, saya tidak menggunakan uang itu. Kalau saya butuh uang tinggal telpon bank, pasti dating, saya masih dipercaya, berapapun masih bias,” ujarnya.

Sementara diperoleh informasi salah satu pengelola BMT Dana Bersama, yang bernama Ratmi, dikabarkan akan pergi ke luar negeri. “Ratmi mau ke Hongkong, sekarang sudah tidak di rumah. Katanya ada di penampungan di Surabaya,” tambah Sugiyarno.

Eko alias Werik, suami Ratmi juga pernah menginformasikan tentang rencana kepergian istrinya ke luar negeri. Sekitar informasi  BMT Dana Bersama Slogohimo bermasalah. Koperasi berlabel syariah itu diduga membawa lari nasabah hingga mencapai Rp.300 juta. Selain itu, pengelola Koperasi yang ada di pusat kota Slogohimo itu juga ngemplang ke Bank umum Koprasi/BMT lain yang mencapai Rp.250 juta.[[email protected]]

error: Content is protected !!