Saatnya Warga Tirtomoyo Beralih Ke Sektor Non Pertambangan

2 132
Aktifitas penambangan batu kali di sungai Wiroko Kecamatan Tirtomoyo | Foto Bagus

infowonogiri.com – TIRTOMOYO – Di pendopo Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri   dilaksanakan sosialisasi tentang Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Dinas Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (PESDM) Pemda Kabupaten Wonogiri.

CSR gampangnya adalah kepedulian atau kepekaan perusahaan terhadap masyarakat di sekitar lokasi perusahaan tersebut berdiri dan berproduksi. Terkait dengan CSR yang digelar oleh Dinas PESDM adalah CSR perusahaan penambang bebatuan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo.

 

CSR tersebut diikuti oleh sekira 50 orang yang berasal dari beberapa Desa di wilayah Kecamatan Tirtomoyo. Antara lain dari penduduk Desa Genengharjo, Girirejo, Sukoharjo, Wiroko, Tirtomoyo dan Banyakprodo. Tampak hadir Kepala Desa Genengharjo Hartini dan Kepala Desa Wiroko H Khairul Hadi.

 

Mereka adalah petani penambang batu, dan beberapa pengemudi dum truk pengangkut batu kali, dan beberapa klaser. Namun diduga tidak ada penduduk pemilik lahan pertanian yang dirugikan akibat pertambangan batu kali.

Acara itu dibuka oleh Sekretaris Dinas PESDM Ribut Sasongko, mewakili Kepala Dinas PESDM Arso Utoro. Hadir sebagai pembicara Wagiyanto bagian CSR, Panut Priyanto mewakili Kepala Balai ESDM Prov Jateng Wilayah Surakrata, Wagiyanto Praktisi dari PT Alexis Perdama Minelar, dan Sigit Purwanto Bapermas Pemda Wonogiri.

Panut Priyanto mengemukakan, bahwa untuk melakukan kegiatan pertambangan harus mendapatkan ijin dari Pemda Wonogiri. Pertambangan batu ada dua jenis, yaitu menambang batu di sungai dan menambang batu di darat.

Kades Genengharjo Hartini dan Kades Wiroko H Khairul Huda

Untuk menambang batu harus mendapatkan rekomendasi dari BBS atau PSDA Provinsi, namun tergantung jenis dan lokasi yang ditambang. Secara prinsip baik menambang batu di sungai maupun didarat ada ketentuan dan kewajiban yang harus dilaksankan.

Salah satunya ada jaminan reklamasi (diperbaiki kembali) terhadap lokasi penambangan. “Kami menyarankan agar masyarakat sekitar beralih provesi ke kegiatan non pertambangan, misalnya pertanian atau home industri,” ujarnya.

Sementara Kabit Pertambangan Patrem Joko menjelaskan, bahwa pertambangan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo tergolong Pertambangan Rakyat (PR). Pertambangan dilakukan dengan cara manual, yaitu menggunakan tangan dan alat seperti cangkul.

Meskipun PR namun juga mempunyai aturan. Antara lain dilarang menambang dengan menggunakan alat berat, dilarang menambang di sekitar jembatan, di sekitar dam, bendungan, dan di tikungan atau cekungan sungai.

“Menambang di sekitar jembatan minimal radius 1 Km diatas sungai, dan 500 di bawah sungai. Itu aturan baku dari Menteri PU,” kata Patrem Joko. Selain itu, pemerintah tengah menggagas pemberdayakan terhadap masyarakat sekiar lokasi penambangan.

Patrem Joko Kasi PESDM Pemda Wonogiri

Rencana tersebut menurut Patrem disambut gembira oleh masyarakat. PESDM berencana akan menfasilitasi agar perusahaan pertambangan untuk melaksanakan CSR terhadap masyarakat sekitar lahan pertambangan.

Persoalannya lambat laun batu kali akan habis ditambang. Menambang batu sangat tergantung musim. Saat musim kemaru masyarakat bisa menambang. Namun saat musim penghujan masyarakat tidak bisa menambang.

PESDM berkeiningan merubah masyarakat sekitar agar beralih ke sektor lain. Seperti berternak itik kambing atau lembu, pertanian. Yang lainnya, misalnya home industri genteng, batu bata, pengolahan tanah liat dan lain lain. “Lambat laun batu kali itu habis, masyarakat harus kreatif tidak tergantung batu kali,” ujarnya.[[email protected]]

error: Content is protected !!