PKL Itu Aset Daerah Sebagai Wisata Kuliner Jangan Dirugikan

0 57
Wandi Sekretaris PKL Kabupaten Wonogiri | Foto B agus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Dalam rangka menata keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan kota, tahun ini Pemda Kabupaten Wonogiri mengangarkan dana Rp.1.390.000.000,-.

Uang dari rakyat tersebut untuk membangun trotoar di tujuh titik di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Pengerjaan trotoar itu sudah dimulai pertengahan Oktober lalu, direncanakan kelar Desember mendatang.

Ke-tujuh titik itu adalah di tepi Jl Gatot Subroto Giriwono, di sekitar perempatan perempatan Ponten tepi Jl Ahmad Yani, di tepi Jl Jendral Sudirman sekitar perempatan Gudang Seng, Jl Kabupaten, di sekitar pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri, di tepi Jl Pelem I, di tepi Jl Pelem II, dan di tepi Jl dr Cipto sekitar kantor Pegadaian Wonogiri.
Di lokasi ke tujuh titik pembangunan trotoar, terdapat puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan pada siang dan atau malam hari. Karena itu, kelompok PKL Wonogiri sangat berharap pembangunan trotoar memberikan solusi yang baik bagi mereka dan masyarakat umum. Sebab trotoar adalah fasilitas umum, yang diperbolehkan untuk seluruh rakyat Wonogiri.
Informasi dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa trotoar tersebut dibangun lebih sempit dari pada trotoar yang telah ada. Trotoar lama selebar 150 Cm, akan dipersempit menjadi hanya 105 Cm. Menyikapi pembangunan trotoar yang kian dipersempit PKL Wonogiri gundah gulana, galau!. “Apa tujuannya dipersempit?,” ujar Wandi Sekretaris Paguyuban PKL Kota, Sabtu (10/11) kemarin.
Wandi dkk mengusulkan agar pembangunan trotoar dibangun seperti sediakala. Yaitu berukuran 150 Cm, bukan 105 Cm. Alasannya, ukuran tenda PKL di seluruh Wonogiri Kota berukuran sama, sesuai ukuran trotoar lama yaitu 150 Cm. Ukuran tersebut  bukan hasil kesepakatan seluruh PKL bersama Pemda Wonogiri, pemerintahan lama.
“Ukuran tenda itu ditetapkan bersama Diperindagkop dan UMKM serta Satpol PP Pemda Wonogiri jaman Bupati lama,” ujar Wandi dkk. Selain itu, jika ukuran tenda dirubah, maka PKL harus merubah ukuran tenda. Merubah ukuran tenda membutuhkan dana. Dana pembuatan seluruh tenda PKL tersebut hasil meminjam bank Mandiri tujuh tahun silam. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!