Pengaduan Kasus BMT Dana Bersama Diserahkan Ke Polisi

0 108
Lembaga Keuangan BMT Syariah Dana Bersama Bermasalah | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan oleh pengelola Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah) Baitul Mal Watamwil (BMT) Dana Bersama Slogohimo diserahkan kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Wonogiri. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Ketua LPKSM Keadilan Nusantara Wonogiri, menyusul tidak adanya kesanggupan pengelola untuk membayarkan uang tabungan nasabah BMT Dana Bersama.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua LPKSM Keadilan Nusantara Joko Pranowo SH dan Wakilnya Sugiyarno, Senin (12/11) kemarin. “Tugas dan tanggungjawab kami sebagai LPKSM sampai disini saja, karena ada indikasi kuat pelanggaran pidana maka kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada Kapolres Wonogiri melalui Kasatreskrim,” ujar Joko Pranowo.

Dijelaskan Jokjo Pranowo, porsi LPKSM Keadilan Nusantara sesuai amanat UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999 adalah melindungi dan menangani sengketa konsumen dengan pelaku usaha. “Kita dapat pengaduan dari beberapa anggota dan atau nasabah BMT Dana Bersama Slogohimo, antara lain dari Sutinem,” tambah Sugiyarno.

Dugaan adanya penipuan dan penggelapan, indikasi antara lain terungkap dari hasil analisa data yang telah dimiliki oleh LPKSM. Bawha dari dokumen yang ada, benar bahwa BMT Dana Bersama telah menghimpun uang dari masyarakat, dalam bentuk produk tabungan semacam deopisto dan atau tabungan biasa, namun tidak bisa membayarkan kembali kepada masyarakat (penabung).

Antara lain dapat dibuktikan dengan diterbitkannya sejumlah surat berharga, milik Sutinem, dan beberapa penabung lainnya. Sutinem meiliki tabungan berjangka senilai Rp.100 Juta, namun tidak bisa mencarikan meski sudah berlangsung enam bulan, lebih. Pengelola layak diduga menggelapkan karena diduga membawa dan atau menggunakan uang nasabah untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok.

Sedangkan dugaan pemalsuan, bahwa surat berharga yang diterbitkan dan diberikan kepada nasabah ditandatangani oleh nama dan orang yang berbeda beda. Dugaan lain, ada kemungkinan terjadi pemalsuan stempel dan tanpa perijinan pengurus Koperasi BMT Dana Bersama.[bersambung][[email protected]]

 

error: Content is protected !!