Pendirian Ponpes Hidayatun Nasi’ien Terganjal

0 42
Lokasi Pembangunan Ponpes Hidyatun Nasihien Wonogiri terganjal karena dicurigai ladang teroris | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Di Lingkungan RT 01 W 02 Kerdukepek Kelurahan Giripurwo Wonogiri Kota akan didirikan Pondok Pesantren (Ponpes) bernama Hidayatun Nasi’ien (HN).

Lokasi pembangunan Ponpes HN tidak jauh dari jalan raya Wonogiri-Solo, kurang lebih sekitar  100 meter dari Jl A Yani Wonogiri. Ponpes tersebut berada di belakang deretan ruko dan kantor. Mulai dari Kantor Pos, dealer motor, Kantor lembaga keuangan swasta dan lain lain.

Tanda tanda bawha di lokasi tersebut akan didirikan Ponpes HN sudah cukup jelas. Di lahan seluas sekitar  584 meter persegi sudah terdapat bangunan pondasi dan beberapa cakar ayam untuk persiapan membangun beton tiang penyangga bangunan.

Namun, Jumat kemarin tidak ada kegiatan apapun di sana. Sebuah spanduk terpasang di sana, namun tidak dapat terbaca. Sebab tali spanduk pada bagian atas terlepas, sehingga bagian belakang terbalik menutupi tulisan pada spanduk tersebut.

Ada salah satu orang tengah bermain di lahan tanah calon tempat berdirinya Ponpes HN tersebut. “Prei mas tidak ada yang bekerja, pendirian pondoknya bermasalah,” begitu kata salah satu warga yang keberatan disebutkan namanya.

Usut punya usut, ternyata rencana pendirian Ponpes tersebut belum disetujui berdiri wilayah setempat oleh warga setempat. Namun hanya sebagian sedikit dari warga setempat. Sebagian lain menyetujuinya.

Alasan warga yang tidak menyetujui bermacam macam. Antara lain, pertama; warga merasa belum seluruhnya diajak bicara. Kedua, warga khawatir Ponpes tersebut menjadi embrio berdirinya organisasi  terlarang semacam teroris.

Ketiga, warga tidak mau Ponpes sebagai tempat mengembangkan usaha atau berbisnis. Keempat, warga trauma dengan berdirinya salah satu Yayasan di wilayah Kerdukepik, yang hanya berjarak 200 meter dari Ponpes HN.

Yayasan tersebut, dinilai hanya sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai motif ganda, pendidikan dan bisnis. “Sekolahnya mahal, dan tidak ada kemurahan meski bagi anak dari warga penduduk sekitar sekolahan,” katanya.  [bersambung]

 

error: Content is protected !!