Penambang Liar di Giriwoyo Ditutup Paksa

2 85
Penambangan batu di kawasan pegunungan di wilayah Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – GIRIWOYO – Pemkab Wonogiri menutup paksa tambang batu andesit dan pengolahan batu di Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Senin (19/11) kemarin.

Penutupan dilakukan setelah pengusaha nekat menambang batu dengan mengoperasikan mesin pengolah meski ijin yang dimilikinya sudah tidak berlaku.

Meski positif, namun penutupan pernambangan tersebut dinilai terlambat. Sebab penambang telah berhasil membawa kabur ratusan truk tronton batu andesit dari wilayah Giriwoyo ke Jawa Timur.

Penutupan tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Arso Utoro dan Kepala Satpol PP Ismiyanto, setelah mendapatkan perintah langsung dari Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto.

Perintah penutupan tambang tersebut dikeluarkan Bupati setelah ia menerima beberapa kali pengaduan masyarakat mengenai aktivitas pertambangan di wilayah selatan perkampungan Giriwoyo. Penambagan tersebut dinilai merusak lingkungan.

“Dulu saya juga pernah terima aduan. Saya langsung memerintahkan penutupan. Sudah ditutup tapi beroperasi lagi. Saya perintahkan Satpol dan PESDM untuk menutup kembali, segera,” katanya.

Perusahaan pertambagan itu diduga milik warga Pacitan Jawa Timur. Pemiliknya diduga memiliki “surat sakti”, sehingga berani menambang, meski telah pernah ditutup. Buktinya pemilik melembur mengangkut batu hitam yang sudah dikeruk dari tebing gunung.

Warga setempat menginformasikan, pengerukan batu tersebut dilakukan hingga tengah malam, Sabtu (17/11) lalu. Perhari bisa bisa mencapai lebih dari 20 rit batu yang diangkut keluar dari tambang tersebut.

 “Kalau pertambangan tidak berizin, mengapa baru sekarang menutupnya. Telat dong. Kenapa tidak sejak dulu,” kata Sugeng (35) warga Giriwoyo, (19/11) kemarin.

Tepisah Kepala DPESDM Arso Utoro mengatakan telah menindaklanjuti perintah penutupan dari Bupati. Penutupan dilakukan Minggu (18/11) kemarin. “Yang kami tutup ijin eksploitasi batu hitam, ijin pengangkutan dan ijin pengolahan. Karena sudah kedaluwarsa,” katanya.

Satu ijin lainnya adalah perataan bukit kapur di desa tersebut. Ijin tersebut menurut Arso masih berlaku. Hanya saja, tidak boleh dilakukan pengangkutan material dari bukit yang diratakan tersebut. Jika nekat, maka pemilik tanah tersebut terindikasi melanggar hukum.

Anggota Polsek Giriwoyo menginformasikan, sejak Senin pagi hingga siang tidak ada aktifitas pertambangan di Gunung Wiyu. Aktivitas mesin pengolah batu di Desa Sejati juga telah berhenti total.

Beberapa pekerja juga mulai membongkar rumah yang juga dijadikan base camp di dekat tebing gunung yang ditambang tersebut. Alat berat yang semula digunakan untuk mengeruk batu sudah tidak ada lokasi pertambangan. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!