Nelayan Libur Berburu Lobster dan Rumput Laut

0 58
Pantai Paranggupito | Foto : Bagus

infowonogiri.com – PARANGGUPITO –  Pada awal musim penghujan, sebagian besar nelayan tradisional di wilayah Pantai Paranggupito, Wonogiri tidak berburu lobster dan rumput laut. Mereka lebih memilih bertani karena musim tanam mulai tiba. Yaitu menanam padi, jagung, atau kacang-kacangan.

Kepala Desa Paranggupito, Suparmo mengatakan, sebagian wilayah itu telah beberapa kali diguyur hujan. “Di sini sudah hujan tiga kali, tanahnya sudah mulai basah bisa ditanami. Sementara ini, nelayan libur, tidak mencari lobster dan rumput laut,” katanya, baru-baru ini.

Dijelaskan, warga yang tidak punya sawah juga lebih memilih menjadi buruh tani. Di sisi lain, harga rumput laut jenis agar-agar berkisar Rp 1.000 per kantung plastik. Rumput laut itu dijual eceran ke warung atau pasar di Giritontro. “Biasanya dibuat masakan, seperti gudangan (urap), oseng-oseng, atau campuran es buah,” katanya.

Sekedar tahu, seorang nelayan setempat hilang terseret ombak pantai saat mencari rumput laut, 2 Oktober lalu. Hingga 40 hari peristiwa itu, jenazahnya belum ditemukan.

Menurut  Suparmo, para nelayan harus menuruni tebing pantai untuk mengambil rumput laut di bebatuan tepi pantai. Sekarang, mereka harus bergerombol atau mengajak teman saat berburu lobster dan mencari rumput laut.”Para pencari lobster lebih berat lagi. Saat memancing lobster (ngrendet) memang bisa dilakukan dari atas tebing. Tetapi untuk mencari umpannya tetap harus turun ke laut. Bahkan lokasi pencarian umpannya lebih mengerikan karena letaknya lebih dalam,” ujarnya.[[email protected]]
error: Content is protected !!