Lagi, Bocah SMP Cabuli Balita

1 88
Terdakwa Kasus Cabul | Ilustrasi

infowonogiri.com – JATIROTO – Kasus cabul kian marak! Setelah sebelumnya gempar pelajar kelas 2 SMP swasta di Kecamatan Jatiroto dicabuli oleh 10 orang teman sekolahnya, kasus cabul kali ini melibatkan anak di bawah umur. Pelaku berumur 13 tahun. Sedangkan korbannya masih  berumur lima tahun.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK melalui Kasatreskrim AKP Sukirwanto mengemukakan, pelaku pecabulan berinisial SM (13) warga Ngadirojo. Sedangkan korbannya berinisial RS (5) juga warga Ngadirojo. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (26/10) lalu. Namun baru dilaporkan baru baru ini.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonogiri, Aiptu Endang Murdiyanti mengemukakan, kasus pencabulan tersebut terjadi karna tidak ada pengawasan dari orang tua. Saat itu orang tua korban sedang sibuk mengurusi daging kurban.

Dari hasil keterangan awal terungkap, bahawa pelaku akhir akhir ini sering menyaksikan video “saru” lewat ponsel di rumahnya. SM terangsang saat melihat video tersebut. Saat korban melintas di depan rumah pelaku, pelaku mengajak masuk korban.

“Pelaku sudah diamankan dan sudah dimintai keterangan, namun tidak ditahan karena masih tergolong anak anak. Sedangkan korban sudah divisum, namun hasilnya belum diketahui. Kondisi korban baik baik saja,” ujarnya.

Pelaku mencabuli korban dengan cara meraba raba kemaluannya. Selain menggunakan tangan, diduga pelaku juga menggunakan alat vitalnya. “Ini masih proses penyidikan,” ujar Kasatreskrim.

Kapolres melalui Kasatreskrim mengimbau agar orang tua harus semakin waspada terhadap perilaku anak. “Perbuatan itu terjadi karena lemahnya pengawasan,” kata Sukirwanto. Karena itu ia menghimbau agar orang tua diminta mengawasi dan waspada.

SM mengakui telah berbuat salah mencabuli anak balita. SM beralasan, saat itu hasratnya sangat tinggi setelah melihat video “saru” di dalam HP. Karena itu, ketika melihat ada anak perempuan melintas, ia mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.

Setelah puas tersalurkan birahinya, pelaku membiarkan korban pulang. Ternyata belakangan, kelakuan dirinya dilaporkan korban kepada orang tuanya. Kemudian pelaku menangis, ketika ditanyai kemaluannya sudah disunat atau belum.[[email protected]]

error: Content is protected !!