Jembatan Senilai Rp.155 Juta Dana Dari APBD 2012 Runtuh

0 56
Jembatan Desa Kepyar Purwantoro yang sedang dibangun runtuh | Foto bagus

infowonogiri.com – PURWANTORO – Jembatan yang dibangun dari dana APBD tahun 2012 senilai Rp.155 Juta runtuh, akhir pekan kemarin. Penyebab runtuhnya jembatan tersebut masih diselidiki pihak DPRD Wonogiri dan Pemerintah Daerah.

Anggota DPRD Wonogiri Marhendi mengemukakan, bawha jembatan tersebut adalah sarana umum penghubung Dusun Karangtengah dengan Dusun Ngandong di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro.

Jembatan tersebut runtuh saat proses pembangunan mencapai 80 persen. Sementara ini pelaksana proyek beralasan runtuhnya jembatan tersebut disebabkan karena bencana alam, banjir. Namun pemerintah membantah pada hari itu tidak ada hujan maupun angin kencang.

Camat Purwantoro Khamid Wijaya melaporkan jembatan itu runtuh akhir pekan lalu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wib. “Jembatan dalam proses pembangunan. Belum selesai, sudah runtuh. Sekarang, semuanya hilang,” kata Khamid, (20/11) kemarin.

Lebih jauh, Khamid mengatakan pihaknya tidak tahu secara detail pelaksana proyek tersebut. Pihak kecamatan baru menerima surat perintah kerja (SPK) setelah jembatan ambrol. Pelaksana proyek juga meminta pihak kecamatan untuk menerbitkan rekomendasi yang menyatakan bahwa jembatan itu ambrol karena banjir.

Namun Khamid menolak menerbitkan rekomendasi itu. Sebab, dia menegaskan bawha tidak ada banjir besar saat jembatan tersebut runtuh. Malam itu, menurut laporan Kades Kepyar juga tidak terjadi banjir.

“Kami tidak merekomendasikan bahwa jembatan itu runtuh karena banjir. Faktanya tidak ada banjir besar. Yang saya dengar, rekanan langsung menyurati Pak Bupati untuk minta rekomendasi bencana alam,” tandas Khamid.

Anggota DPRD asal Purwantoro, Marhendi Indriatmoko menambahkan, tidak ada banjir besar di sungai di lokasi jembatan tersebut dibangun. Yang terjadi menurut dia hanya terjadi peningkatan debit air sungai dalam skala kecil karena hujan.

“Saya yakin, jembatannya itu ambruk. Bukan karena bencana alam banjir,” kata Marhendi anggota DPRD FPD Wonogiri.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sri Kuncoro mengatakan telah menerjunkan tim untuk memeriksa runtuhnya jembatan tersebut. Sri Kuncoro berpendapat jembatan itu ambrol karena banjir. Rekanan pemborong juga sudah memohon rekomendasi bencana alam ke bupati.

Sri Kuncuro berpendapat, peningkatan volume air disebabkan karena sungai di hulu meningkat. Pemerintah meminta ada data pendukung bahwa malam itu terjadi hujan dan atau banjir. Pemerintah akan membayar sesuai apa yang telah dibangun.

Terpisah, pihak pemborong yakni CV Maju Mapan Utama Bulukerto, Sriyanto Hatmo Suwiryo sudah berusaha dikonfirmasi, namun tidak berhasil.[[email protected]]

error: Content is protected !!