Jalur Lintas Provinsi Lumpuh Akibat Bencana Alam

0 49
Pohon asam tumbang menutup akses jalan lintas Provinsi Jateng - Jatim di Giriwoyo | Foto Bagus

infowonogiri.com – BATURETNO – Jalur lintas Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan Jawa Timur (Jatim) lumpuh selama hampir empat jam setelah satu batang pohon asam jawa tumbang akibat bencana alam yang menimpa wilayah Desa Watu Agung Kecamatan Baturetno, Rabu (28/11). Bencana hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.00 Wib.

Pohon asam berusia puluhan tahun itu roboh dari sisi timur jalan ke sisi barat jalan. Sehingga batang pohon asam tersebut melintangi jalan dari dan menuju Kabupaten Wonogiri-Kabupaten Pacitan. Pohon asam tersebut rungkat (tumbang) berserta akarnya. Dimungkinkan karena akarnya sudah mulai rapuh.

“Sejak pohon asam itu ambruk, lalulintas langsung terhenti. Beruntung saat itu lalulintas sedang sepi, sehingga tidak ada korban,” ujar Puji warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa, namun bus AKAP Pacitan – Jakarta, Baturetno – Jakarta, tidak bisa melintas. Kendaraan roda empat lainnya juga tidak bisa melintas, kecuali sepeda motor dengan cara meneroboh ranting pohon.

Di sepanjang jalan Baturetno-Nguntoronadi terdapat banyak pohon asam. Diperkirakan pohon asam lainnya juga rentan tumbang. Antara lain pohon asam yang tumbuh di sisi utara tambal ban di Desa Watu Agung. Pohon tersebut sudah condong ke arah timur. Jika tumbang, maka pohon tersebut mengancam rumah penduduk.

Kapolsek Baturetno AKP Sarno bersama sejumlah pegawai Kecamatan Baturetno turun ke jalan memimpin kerja bhakti memotong batang pohon asam dan rantingnya. Selama kurang lebih dua jam pohon asam dan rantingnya berhasil disingkirkan. Lalu lintas kembali lancar, setelah menunggu hampir empat jam.

Sehari sebelumnya, Selasa (27/11) malam, hujan deras mengakibatkan tanah longsor dan banjir di Desa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo. Sekretaris Desa Gedongrejo Widodo mengatakan tanah longsor menimpa rumah Sutino di Dusun Bedug. Selain rumah, bangunan sayam jembatan di anak sungai Bengawan Solo di Dusun Dermo ambrol. “Kami khawatir jembatan antara dusun itu akan ikut ambruk,” kata Widodo.[[email protected]]

error: Content is protected !!