Siswi SD Diperkosa Sopir Omprengan

0 109
Suharno Kadus Tlogosari Giritontro pelapor kasus perkosaan | Foto Bagus

infowonogiri.com – GIRITONTONTRO – Kasus tindak pidana asusila kembali mengguncang wilayah hukum Polres Wonogiri. Kali ini anak siswi kelas 4 Sekolah Dasar (SD) di Desa Tlogosari Kecamatan Giritontro, berinisial TW (sebut saja, Bunga) menjadi korban perkosaan.

Pelakunya adalah tetangganya sopir mobil omprengan bernama Sriyanto alias Anto (28) warga Dusun/Desa Tlogosari Kecamatan Giritontro. Sriyanto (28) kini menghilang sejak empat hari memperkosa gadis anak yatim itu, pada sekira pukul 14.00 Wib, Senin (15/10) lalu.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Wonogiri, Sabtu (20/10) siang. Kepala Dusun Tlogosari, Suharno (36) mengemukakan, korban adalah warganya yang bertempat tinggal di RT 01 RW 05 Desa Tlogosari Giritontro. Bunga saat ini masih berumur 13 tahun.

Sedangkan pelakunya telah mempunyai istri janda sembilan anak, satu diantaranya adalah anak kandung hasil selingkuh dengan Sriyanto. Nama istri Sriyanto adalah Mismi. Sriyanto-Mismi menikah karena “dinikahkan” warga setelah ketahuan “kumpul kebo”.

Suharno melaporkan, peristiwa perkosaan itu terjadi pada siang hari, di rumah Sriyanto. Modusnya, hari itu rumah Sriyanto sedang kosong, hanya ada Sriyanto seorang. Sriyanto memanggil Bunga agar datang ke rumahnya. Sriyanto meminta agar Bunga “ngidak-ngidak” punggungnya.

Ketika hendak pulang usai “ngindak-ngidak”, Bunga ditarik tangannya dan dipaksa untuk melayani nafsu seks-nya. Bunga berusaha meronta, namun kalah kuat. Bunga berusaha berteriak meminta tolong. Namun teriakannya tidak didengar tetangganya, karena sedang bertani.

Puncaknya, pakaian bawah Bunga dilucuti. Bunga diperkosa. Setelah terpuaskan, Bungadilepaskan. Lalu diancam agar tidak menceritakan kepada siapapun. Namun ancaman itu tidak menyurutkan niatnya untuk menceritakan kepada orang tuanya.

Bunga pulang ke rumah sambil menangis. Sampai rumah orang tuanya belum kembali dari bekerja. Bunga duduk di dekat pintu rumah menunggu ibunya sambil menangis. Ibunya terkejut. Lalu Bunga mengaku, bawha ia baru saja diperkosa,” tutur Suharno.

Ibunya, berinisial Stt (44) akhirnya mengadukan masalah itu kepada Kepala Dusun setempat. Diteruskan ke Kepala Desa dan tokoh agama dan masyarakat. Sriyanto mengakui  telah memerkosa Bunga. Namun ia membantah telah berhasil menembus kemaluan korban.

Karena itu Sriyanto menantang agar kemaluan korban divisum. Setelah tantangan itu disetujui, Sriyanto berbalik menolak dilakukan visum pada diri Bunga. Alasannya tidak mempunyai uang, dan tidak akan pernah mau membayar biaya visumnya.

Meski demikian visum tetap dilakukan. Biaya visum ditanggung bersama warga setempat. Hasil visum, menurut Suharno, kemaluan korban terkoyak akibat benda tumpul, bahkan terdapat bercak darah. Namun belum diketahui darah tersebut darah menstruasi atau selaput perawan.

Yakin telah terjadi tindak asusila, Suharno melaporkan kasus itu ke Mapolres Wonogiri. Suharno mengantarkan Bunga ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Wonogiri. Bunga –anak tunggal- itu didampingi ibu kandungnya. [[email protected]]

error: Content is protected !!