Pilkades Sedayu Catat Rekor

5 104
Pemilihan Kepala Desa Di Kec Slogohimo | Foto Sugiyarno

infowonogiri.com – SLOGOHIMO – Suasana pada hari itu Selasa ,23 Oktober 2012 bertempat di desa Sedayu Kecamatan Slogohimo Kabupaten wonogiri dilaksanakan pemungutan suara pemilihan Kepala Desa untuk Periode 2012 – 2018. berdasarkan berita acara suara yang dibacakan ketua panitia disebutkan bahwa kartu suara yang terpakai adalah sebanyak 1.768 buah tetapi setelah selesai penghitungan terjadi selisih antara kartu suara yang dipakai dengan jumlah kartu suara yang ada didalam kotak suara, kok bisa ya…….

Namun ada sesuatu yang menarik dalam pelaksanaan Pilkades Desa Sedayu ini, dari 1.768 kartu suara oyang digunakan ada 212 buah kartu suara yang dinyatakan rusak oleh panitia. Sekedar tahu saja desa Sedayu terletak 2 km  ke utara dari pusat kecamatan Slogohimo, artinya akses masyarakat untuk ke pusat kota kecamatan tidak terlalu jauh dan hal ini akan sangat berpengaruh pada kemampuan berfikir atau dengan kata lain tidaklah warga sedayu sebodoh itu hingga untuk menyalurkan hak suaranya dalam memilih Peminpinnya hingga terjadi kerusakan surat suara yang jumlahnya begitu FANTANTIS.

Tepat pada jam 16.00 wib keempat calon kepala desa sudah menandatangani Berita Acara  penghitungan suara dengan perolehan yaitu Hartono (padi) sebanyak 103 suara Ariyanto (ketela) sebanyak 568 Wondo (jagung) sebanyak 568 suara dan Darto (kelapa) sebanyak 505 suara. Dan ditetapkan pula oleh penitia bahwa Wondo dengan tanda gambar Jagung sebagai pemenang yang hasilnya akan segera dilaporkan kepada  ketua BPD.

 Beberapa sumber mengatakan pada team infowonogiri.com, ada beberapa model lipatan kartu suara, ada yang pelipatannya tanda simbol gambar calon berada diluar dan ada juga yang berada didalam.

Dari ke-3 calon yang kalah saat ditemui team infowonogiri.com merasakan ,memang ada sesuatu yang tidak beres dengan Pilkades Desa Sedayu, Hartono menegaskan, nasi sudah menjadi bubur mas….. secara administrasi pilkades sudah selesai walaupun masih meninggalkan sedikit masalah, tapi itulah yang terjadi di desa saya.

Lain pula Ariyanto mengatakan, sejak penghitungan suara saya sudah 3 kali berdiri untuk protes pada panitia, tetapi hal ini tidak mendapat dukungan dari ke-3 calon lainnya. Dasar mental tempe bosok, dengan nada emosi mengakiri perbincangan liputan team infowonogiri.com[[email protected]]

error: Content is protected !!