Meski Kemarau, Desa Ngadipiro Panen Jagung

0 61
Sedot Air Ngadipiro | Foto Ariyanto

infowonogiri.com – NGUNTORONADI – Sepintas keadaan desa Ngadipiro yang teletak di Kecamatan Nguntoronadi ini memang tidak ada perbedaan dengan desa – desa lain di kabupaten Wonogiri .

Yang pada musim kemarau panjang seperti tahun ini untuk lahan pertaniannya selalu kekeringan tak jauh beda dengan Ngadipiro, desa  ini terletak paling utara wilayah kecamatan Nguntoronadi dan berbatasan langsung dengan kecamatan Ngadirojo. Ada yang lain memang yang sekilas membedakan dengan desa lainnya, karena letak geografisnya desa Ngadipiro dilalui aliran sungai Keduang yang berhulu sungai di kecamatan Slogohimo dan akhirnya bermuara di bendungan Serbaguna Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Aliran sungai ini tidak pernah kering sepanjang tahun demikian halnya saat ini walaupun kemarau cukup panjang namun air masih cukup tersedia walaupun alirannnya lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu. Potensi inilah yang coba dimanfaatkan oleh petani di daerah itu, Karyono (50) menjelaskan diperlukan tambahan biaya produksi kalau bertani/ menanam di musim seperti ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan air agar tanaman tetap hidup maka petani harus mau nyedot air dari sungai dan dialirkan ke petak- petak lahannya.

Untuk ukuran 1 patok sekitar  3000 m2 dibutuhkan waktu 9 – 10 jam dengan menghabiskan 10 liter premium. Tanaman yang banyak ditanam pada saat ini adalah jagung yang diperkirakan 1 bulan lagi akan panen, tetapi ada juga sebagian petani yang lain menanami kacang tanah, kacang panjang, cabe dan jenis tanaman sayuran lainnnya, berdasarkan pantauan di sekitar tepian sungai keduang ada puluhan mesin penyedot air terpasang. [[email protected]]

error: Content is protected !!