Jika Sampai Seminggu Tak Ditemukan Pencarian Dihentikan

0 77
Pencarian Korban Kalap di Pantai Selatan Paranggupito | Foto Bagus

infowonogiri.com – PARANGGUPITO – Keberadaan Yulistoni alias Toni (25) korban hilang akibat terseret ombak, hingga pukul 17.00 Wib Minggu (7/10) belum diketahui pasti. Jika sampai pada hari ke delapan (seminggu), Senin (8/10) Toni belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan.

Padahal warga tetangganya dibantu tim SAR dan Polsek Paranggupito sudah melakukan pencarian. Namun ayah satu anak yang tinggal di Dusun Kloposari RT 4 RW III, Desa/Kecamatan Paranggupito itu belum juga diketahui keberadaannya.

Pencarian Korban Kalap di Pantai Selatan Paranggupito

“Jumlah warga kami ada 179 KK, di Dusun Kloposari ada 55 KK, di Grimbal ada 66 KK, serta di Nongosari ada 58 KK. Sampai malam Senin nanti masih terus menjaga secara bergantian di tepi pantai. Hari Senin (8/10) hari terakhir berjaga,” ujar Kades Paranggupito Suparmo.

Dijelaskan, salah satu penjagaan dihentikan, karena sebagian warga harus bekerja bercocok tanam. Sebab saat ini sudah mulai musim tanam. Warganya berjaga jaga di lima titik di pantai di wilayah Desa Paranggupito.

Sementara tim SAR Sadeng dan Pacitan di lokasi pencrian hanya sampai hari ke empat. Namun jika korban sudah terlihat tim SAR siap membantu kapan pun. “Rencana Senin (08/10) warga berhenti berjaga. Karena sudah musim tanam dan banyak warga yang berternak,” katanya.

Selama membantu berjaga seluruh konsumsi ditanggung oleh warga sendiri. Makanan dan minuman diantar ke lokasi penjagaan. “Ada yang nyumbang memasak makanan. Yang jelas ada penarikan iuran dari setiap KK. Semoga segera ketemu korbannya,” jelasnya.

Menurut Suparmo, keluarga Toni masih tampak berkabung. Ibunya Toni sering menangis. Karena ibunya sangat dekat dengan Toni. Toni adalah anak kedua dari dua bersaudara. Istri Toni asal Kecamamtan Baturetno. Anaknya satu masih berumur tujuh bulan. Sehari-hari Toni bekerja sebagai buruh lepas. Toni lebih sering bekerja mencari rumput laut.

Di area menghilangnya Toni Selasa (2/10) lalu di sisi timur Pantai Sembukan, pernah terjadi dua kali peristiwa dua warga terseret ombak. Satu orang terpeleset jatuh ke laut dari tebing karang, karena memegangi caping yang tertiup angin.

Satu lagi, satu orang terseret ombak saat mencari udang lobster. Sedangkan Toni terseret ombak saat mencari rumput laut di tepi pantai bersama ayahnya. [[email protected]]

error: Content is protected !!