Dua Gadis SMP Diduga Dicabuli 10 Teman Sekolah

0 107
Wakasek SMP PGRI Jatiroto H Suwarto dan Guru Konseling Broto Sugiyanto | Foto Bagus

infowonogiri.com – JATIROTO – Belum reda kasus foto bugil pelajar SMP swasta di Kecamatan Baturetno, kini muncul kasus serupa yang lebih parah dialami oleh pelajar SMP swasta di Kecamatan Jatiroto.

Dua orang gadis duduk di kelas IX SMP itu diduga menjadi sasaran percabulan seksual. Tragisnya, kedua gadis tersebut dicabuli oleh 10 pelajar. Ke 10 pelajar itu diduga kawan kawan sekolahnya.
Perkara tersebut telah diadukan ke LSM Cahaya Hati Rakyat (CHR) Sidoharjo Wonogiri. Kordinator LSM CHR, Supardi Pretoss mengemukakan, korban berinisial UT (13) alamat Desa Sempukerep, Sidoharjo dan RS (13) alamat Desa Kambu, Jatisrono.

Menurut Supardi, percabulan itu terjadi pada Kamis, (11/10) di dalam kelas sekolah swasta di Jatiroto itu. Awalnya, korban didatangi oleh gerombolan siswa laki laki. Tidak lama kemudian, pelaku menggerayangi payudara, pantat dan kemaluan korban.

“Korban itu digerayangi payudaranya dan kemaluannya, dilakukan bersama sama dan bergantian dilakukan di dalam kelas, saat masih jam pelajaran sekolah,” ujar Supardi. Namun ke sepuluh pelaku belum terungkap identitasnya.

Supardi akan segera mengusut ke 10 pelaku. Kemudian Supardi akan melaporkan masalah itu ke pihak berwajib. “Saya masih di luar kota, besok saya akan melaporkan ke polisi. Sebelumnya saya akan melacak pelaku dan konfirmasi ke pihak sekolah,” ujar by phone, Kamis (18/10) siang.

Perbuatan itu dilakukan para pelaku disertai dengan ancaman. Jika kedua korban melaporkan ke pihak sekolah atau ke pihak lain, pelaku mengancam akan membunuhnya. “Setelah puas pelaku mencancam akan membunuhnya, jika kedua korban melaporkan ke pihak sekolah atau orang tua,” tandas Supardi seraya menyangkan kejadian itu.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami trauma mental. Sehingga kedua anak tersebut sempat beberapa hari tidak masuk sekolah lantaran tak kuat menahan malu. “Untuk mengetahui nama nama pelaku masih kesulitan, karena korban masih trauma,” tambahnya.

Paman korban UT, Diman mengemukakan, dugaan itu benar telah terjadi. Bahkan menurutnya, peristiwa percabulan itu sudah kali keduanya. Untuk kali keduanya ini, keponakannya diancam oleh salah satu pelaku. Diman menyebut salah atu pelaku berinisial Anm alamat Desa Pesido, Jatiroto.

Diman mengatakan, setelah terjadi peristiwa tersebut, pihak sekolah langsung mengambil tindakan merazia ponsel murid muridnya. Pihak keluarganya juga telah mendatangi ke sekolahan untuk mengklarifikasi masalah tersebut, namun gagal bertemu dengan Kepala Sekolahnya.

Camat Jatiroto Panji tito Yuwono

Kepala Sekolah SMP swasta di Jatiroto sudah dikonfirmasi tetapi tidak ada di kantor. Wakil Kepala Sekolah H Suwarto dan Guru Konseling Broto Sugiyanto menandaskan, pihaknya mengaku tidak mengetahui kasus tersebut.

Justru pihak sekolah, pada hari yang sama, Kamis (11/10) lalu, melakukan razia ponsel milik siswa. Hasilnya, tim razia berhasil mendapati puluhan ponsel yang berisi gambar video “saru” dan foto foto “saru”.

Siswa yang disebut sebagai korban justru –saat itu- tidak membawa HP. Namun pihak sekolah mendapat informasi, biasanya korban sering menyimpan gambar gambar “saru”. Usai razia, wali murid diundang ke sekolah untuk diberikan pengarahan. “Namun orang tua dia (korban) tidak datang ke sekolah, kenapa?” ujar Broto.

Terpisah Camat Jatiroto, Panji Tito Yuwono mengatakan sudah mendengar kasus tersebut. Pihaknya akan segera berkordinasi dengan pihak UPT Dinas Pendidikan Jatiroto dan Muspika setempat, dan juga dengan pihak sekolah terakit. “Kami sangat menyayangkan, Jatiroto biasanya adem ayem. Kami ingin Jatiroto tetap kondusif, ” ujar Panji didampingi Haryanto, Sekcamnya.

Kepala Desa Sempukerep Kecamatan Sidoharjo Parjo juga menyatakan sangat menyayangkan, kasus tersebut menimpa pada anak anak sekolah. Karena itu dia meminta agar LSM yang telah dilapori segera meneruskan masalah tersebut ke pihak berwajib. [[email protected]]

error: Content is protected !!