90 Persen Irigasi Di Wonogiri Tidak Berfungsi

0 168
Ngadino Kabid Pengairan PESDM Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Di Kabupaten Wonogiri terdapat 425 Daerah Irigasi (DI) atau sering disebut Saluran Irigasi (SI). Namun DI sebanyak 425 itu saat ini tidak berfungsi. Disebabkan saat ini terjadi kemarau panjang, sehingga tidak ada sumber air sama sekali.

Kepala Bidang Pengairan PESDM Pemda Wonogiri, Ngadiono memperkirakan 90 persen dari 425 DI tidak berfungsi. Namun demikian, pada saat musim penghujan nanti DI tersebut akan berfungsi kembali. “Kondisi DI yang bagus saat ini ada 60-70 persen,” katanya, saat ditemui tim infowonogiri.com, Senin (1/10) siang.

Ngadino berpendapat, penyebab sumber mata air di wilayah Wonogiri mengering dikarenakan kemarau panjang tahun ini, sehingga sumber mata air menguap. Faktor lain yang menyebabkan sumber mata air menguap karena hutan gundul, dan faktor cuaca.

Sementara DI yang masih berfungsi bagus, menurut Ngadino terdapat di beberapa kecamatan. Antara lain di sebagian wilayah Girimarto, Sidoharjo, Jatisrono, Jatipurno, Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem, Purwantoro, dan Selogiri.

DI di Selogiri karena mendapatkan saluran air dari Dam Colo. “Selain di kecamatan tersebut DI-nya rusak parah, tidak berfungsi,” terang Ngadino. Dikatakan Ngadino, DI sebanyak 425 untuk mengairi sawah pertanian seluas 31.128 Hektar. Namun itu data tahun 2000. Saat ini diperkirakan luasan tanah pertanian tersebut telah menyempit, berkurang.

Tahun ini, PESDM tengah mengerjakan program pembangunan DI di wilayah Balong kecamatan Batuwarno, Nguntoronadi, Baturetno dan di Wonogiri Kota. Diharapkan pembangunan DI itu nantinya akan bisa dimanfaatkan untuk pengairan pertanian di empat wilayah tersebut pada musim penghujan, kelak.

Program lain, yang tengah dibahas, adalah terkait permintaan petani di wilayah Sukoharjo, Solo dan Sragen. Dimana, mereka meminta pintu air dari Bendungan Serbaguna Wadug Gajah Mungkur tidak ditutup, sampai mereka bisa panen.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim ke PESDM pada Senin (1/10) siang. Padahal sesuai jadual, pintu air Bendungan Serbaguna ditutup mulai 1 Oktober. “Karena belum panen mereka meminta diperpanjang, sampai 7 kedepan,” ujar Ngadino.

Penundaan penutupan pintu air Bendungan Serbaguna WGM sudah dilakukan utnuk kali ketiganya. Padahal sesuai jadual rutin, penutupan itu rutin dilakukan setiap Oktober setiap tahunnya. Tujuannya untuk perbaikan dan pengerukan sedimentasi saluran.

Sekedar informasi, Ngadino adalah Kabid PESDM sejak tahun 2010 lalu. Pria asal Desa Pandan kecamatan Slogohimo itu sebelumnya menjabat sebagai Kabid Binamarga DPU Kabupaten Wonogiri. Ngadino menikahi Atik Nurgiyatmini pegawai Puskesmas Bulukerto, dan dikaruniai dua anak.

Sebagai Kabid Pengairan, tugasnya adalah mengatur air untuk kepentingan pengairan. Bidang pertanian yang dikerjakan adalah bendung (dam). Antara lain menaikan air permukaan air untuk disalurkan ke lahan pertanian.

Saluran air terdiri dari saluran leneng, saluran bagi, saluran bagi dipecah lagi menjadi dua atau tiga yang disebut saluran sekunder, kemudian saluran sekunder dibagi lagi menjadi saluran tersier, baru kemudian masuk petak petak sawah. Sedangkan saluran cros drain adalah saluran yang melewati desa atau saluran kampung. [[email protected]]

error: Content is protected !!