WGM : Andum Ketupat Bersama Syawalan 1433 H

0 69
Andum Ketupat Bersama Syawalan 1433 H | Foto Sugiyarno

infowonogiri.com – WONOGIRI – Gunungan ketupat sebanyak 1.600 bungkus dikirab di sekitar lokasi Taman Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur  (WGM) Wonogiri, Selasa (4/9) pada acara “Andum Ketupat Bersama Syawalan 1433 H”.

Sementara Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto tidak hadir, karena mendampingi Gubenur Jateng Bibit Waluyo pada acara panen melon raya di Desa Balaipajang Baturetno. Demikian juga pejabat Muspida plus Kabupaten Wonogiri, tidak tampak hadir, diwakili oleh utusannya masing masing.

Tampak turut meramaikan berbagai elemen masyarakat, antara lain Masyarakat Gajah Mungkur (MGM) Wonogiri, instansi negeri/swasta, petani, nelayan, pedagang kaki lima (PKL).

Andum ketupat, dimulai pukul 10.00 Wib dengan iringan musik gamelan yang dimainkan oleh mahasiswa dari jerman yang belajar Karawitan di Indonesia, bernama Jeud De Vilans yang diasuh oleh Widodo Wilis dari Purwosari Wonogiri.

Kirab andum Ketupat | Foto Sugiyarno

Rangkaian kirab ketupat sepanjang hampir 60 meter. Barisan kirab terdepan adalah pasukan gajah induk “Tri Dwi Rangga” yakni Kyai Sitonggang-Nyai Handayani, dan Nyi Denok. Barisan kedua pasukan Subo Manggolo. Kasumbul kalian H Agus Tri, Pardianto, Nugroho.

Seni Kaloka Sukoharjo dibawah binaan Sentot dengan Sanggar Seni Darma Giri Budaya Wonogiri dibawah pimpinan Seniman Ludiro. Ditampilkan pula kesenian Ludruk dan Ketoprak dari sanggar seni Sanggar Kaloko Sukoharjo binaan Sentot, dan sanggar seni Darma Giri Budoyo Wonogiri pimpinan aktifis seni Ludiro. Dipentaskan kesenian Reog Wonogiri pimpinan Singgih Wiyoto Putro.

Setelah kirab ketupat sampai di anjungan, dilaksanakan upacara serah tinampen gunungan ketupat ke panggung kehormatan. Serah terima gunungan ketupat dilakukan oleh Kepala UPT Waduk Gajah Mungkur Agus Tri Hari Mulyanto kepada Kepala Desa Sendang Wonogiri Budi Hardono.

Dilanjutkan dengan hiburan dari pengrawit dari Prancis yang melantunkan lagu kejawen. Meski pengrawit masih tahap belajar, tatapi iramanya cukup menghibur penonton yang memadati lokasi acara.

bule ikut meramaikan andum ketupat | Foto Sugiyarno

Dalam sambutanya, Pranoto mengingatkan agar masyarakat Gajah Mungkur mensukuri nikmat yang telah diberikan yang Maha Kuasa. Pranoto juga berharap, acara andum ketupat, nantinya akan menjadi acara yang beken, sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Sambutan Bupati dibacakan oleh Staf Ahli bidang Hukum Drs Dwidono Sucipto Msi. Tibalah saat yang ditunggu masyarakat Wonogiri. Ribuan ketupat dibagikan dengan cara dilempar dari panggung kehormatan untuk hadirin.

Pengunjung tampak antusias berebut ketupat. Tampak berhimpitan dan saling dorong. Acara ditutup dengan makan bersama sambil menyaksikan pentas reog Wonogiri dan pentas ketoprak anak anak. [n420]

error: Content is protected !!