Warga dan MUI Tolak Rencana Pendirian Tempat Hiburan

0 68
Bangunan gedung yang rencananya untuk bilyard dan karaoke | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Beredar kabar, di lingkungan RT 01 RW 05 Wonokarto akan didirikan tempat hiburan malam dan siang. Tempat hiburan tersebut terletak di lingkungan padat penduduk dan dekat dengan sarana tempat ibadah, sekolah dan kawasan  perkantoran.

Sosialisasi rencana pembangunan tempat hiburan tersebut sudah mulai dilakukan melalui rapat RT yang dihadiri oleh warga setempat. Namun, meski rapat telah digelar sebanyak dua kali pertemuan, belum ada titik temu. Sebagian warga terang terangan menyatakan menolak pendirian kafe kareaoke dan bilyard itu.

Seperti dikemukakan oleh dua orang warga Wonokarto, H Titis dan H Abdullah Rabbani, Jumat (14/9) kemarin. Keduanya melalui pesan singkat (SMS), menyatakan keberatan rencana pendirian kafe bilyard dan karaoke. Mereka khawatir tempat hiburan itu akan berdampak negatif pada lingkungan. Karena rencana lokasi tempat hiburan tersebut berdekatan dengan rumah penduduk, sekolah dan masjid.

Abdullah Rabbani, warga kelurahan tersebut mengatakan, kafe bilyard dan karaoke itu rencananya akan didirikan di RT1 RW5 kelurahan setempat. “Sebagai warga, kami menolak rencana tersebut,” katanya Rabbani yang juga Anggota DPRD Wonogiri itu.

“Usaha tersebut rawan dan berpotensi memicu penyakit masyarakat. Antara lain perjudian dan miras. Selain itu, lokasinya berada di dekat sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga. Juga dekat dengan sekolahan, kami khawatir akan berdampak pada generasi muda,” katanya.

Ketua Rw 05 Sutopo Broto mengemukakan, bawha di wilayah RT 1 terdapat dua tempat ibadah, bedekatan dengan SDN 7, MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Wonokarto, SMK Sudirman 1 dan 2, SMK PGRI, MAN, SMK Farmasi, SMAN 2 dan SMK1 Wonogiri. Kantor Koramil Wonogiri, kantor Polsek Wonogiri dan kantor DPD Partai Golkar.

Anggota Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonogiri H Sudirman secara terang terangan menolak rencana pendirian tersebut. Direktur Ponpes Penghapal Al Quran itu, mengusulkan agar Pemda Wonogiri agar berhati hati saat menerima pengajuan permohonan tempat hiburan.

Pemerintah disarankan agar jangan hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dan legal formal saja, tetapi harus mempertimbangkan dampak sosial  jangka panjangnya. Diperoleh kabar, bawha pihak yang akan mendirikan tempat hiburan itu adalah pengusaha berinisial Har, yang kini berada di Batam.[[email protected]]

error: Content is protected !!