Repot Tandatangani KTP KK Akte Se Wonogiri

0 81
Hernowo Narmodo Ka Dispenduk Capil Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Amanah berupa jabatan atau pekerjaan apapun jika tidak dijalani dengan iklas karena Allah akan menjadi sia sia, tampa guna. Tak terkecuali pekerjaan menandatangani dokumen kependudukan jabatan sebagai Kepala Dinas Kependudukan Jabatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Wonogiri.

Dokumen kependudukan antara lain, KTP, KK, Akte Kelahiran, Akte Kematian, ganti nama dan ganti status kependudukan dan lain lainnya. Pekerjaan tersebut, tidak terlepas dari yang namanya tanda tangan. Tanda tangan semua dokumen kependudukan tersebut hanya tangannya Kadinas Dispenduk Capil, bukan yang lain.

Siapakah dia? Adalah Hernowo Narmodo. Pria berkumis usia (51 tahun) ini menjabat sebagai Kadinas Pendukcapil sejak 15 Maret 2012. Kira kira dua bulan sejak program KTP nasional yang bernama e-KTP (KTP elektronik). Selain harus menandatangani seluruh dokumen kependuduk, penduduk se Wonogiri, Hernowo juga harus mengurusi e-KTP.

Bukan pekerjaan yang ringan tentunya. Pria begelar SH MM yang tinggal di Kaloran 3/5 Giritirto, Wonogiri ini mengaku sering tidur sampai larut malam, karena itu tadi, harus menandatangani seluruh dokumen penduduk se Wonogiri yang berjumlah 989 ribu jiwa, (data terbaru Dispenduk Capil)

“Kalau orang lain, bisa kesana kemari, saya tidak bisa seperti mereka (kepala dinas yang lain). Dibilang berat saya mampu, dibilang ringan saya tidak bisa kemana mana, saya harus menandatangani sampai malam, saya juga tidak bisa luar kota, kalau sekali saja ke luar kota, pekerjaan tandatangan menumpuk,” katanya.

Namun apa mau dikata, karena ia ingin mengutamakan pelayanan, makanya, Hernowo lebih memilih mempercepat pekerjaannya dari pada menunda pekerjaannya. “Ini terkait pelayanan masyarakat, tidak bisa ditunda tunda, kasiha kalau ditunda tunda,” kata Hernowo Narmodo.

Hernowo mempunyai istri bernama Yudaningsih seorang guru SMA N 1 Wuryantoro, yang juga sorang perias manten. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Penanaman Modal Wonogiri, Kepala Bagian Hukum, dan terakhir sebagai Kadispenduk Capil. Pria asli Pokoh Wonogiri ini, memiliki saudara 8 orang, namun tinggal 6 orang.

Karena anak sulungnya dan bungsunya telah meninggal dunia. Tantangan terberat sebagai Ka Dispendukcapil adalah saat ini ingin merealisasikan UPT Dukcapil Kecamatan berjalan. Sebab sesuai aturan UPT Dukcapil Kecamatan sudah harus berjalan. Jika UPT Dukcapil Kecamatan maka pelayanan pembuatan dokumen kependudukan semakin dekat dengan masyarakat. Semakin dekat pelayanan semakin baik dan cepat.

“Coba bayangkan, hanya ingin tandatangan KK atau KTP dari Paranggupito harus ke Wonogiri kota, padahal jauhnya mencapai 80 KM, apa tidak kasihan,” katanya. Namun ada masalah dengan SDM, peralatan sarana dan prasarana, serta pendanaan sehingga sampai saat ini UPT Dukcapil belum bisa terlaksana.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!