Petani Balaipanjang Baturetno Panen Raya Melon Kualitas Ekspor

0 118
Gubernur & Bupati panen Melon | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Musim kemarau panjang membawa berkah bagi sebagian petani di Kabupaten Wonogiri. Mereka memberdayakan lahan-lahan kering pasca panen padi dengan ditanami melon kualitas super. Budidaya melon ini guna memenuhi permintaan ekspor, khususnya ke Singapura. Tercatat, sebanyak 7 ton melon kualitas super dari Wonogiri diekspor ke Singapura seminggu sekali secara kontinyu.

“Ini tidak main-main. Musim kemarau panjang kok ada cerita hasil panen melon melimpah, itu luar biasa. Dan saya buktikan sendiri disini. Petaninya mengembangkan melon dengan kualitas super, ini luar biasa. Apalagi hasilnya diekspor ke luar negeri,” ungkap Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo di sela-sela panen raya melon di desa Balepanjang Kecamatan Baturetno, Selasa (4/9). Turut mendampingi Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto dan jajaran Muspida Kabupaten Wonogiri.

Penen melon ini dilakukan di areal lahan seluas 4,3 hektar milik petani-petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Melon Gajah Mungkur. Paguyuban ini mewadahi petani melon dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Baturetno, Giriwoyo, Giritontro, dan Eromoko. Mereka melakukan kemitraan dengan PT. Bumi Sari Lestari di Soropadan Magelang untuk kegiatan ekspor sejak bulan Juli lalu. Selama kurun waktu bulan Juli s/d 30 Agustus 2012, petani melon Wonogiri sudah mengirim 32 ton dengan 7 kali pengiriman.

Namun, sepanjang perjalanan menuju lokasi panen melon, Gubernur mengungkapkan keprihatinannya karena banyak lahan pekarangan warga yang masih kosong. Selain itu, banyak warga yang memilih untuk menanam tanaman jati. “Tadi saya banyak melihat rumah penduduk rata-rata ditanami jati. Padahal jati itu pemangsa air yang luar biasa. Selain itu hasil panennya juga harus menunggu puluhan tahun untuk bisa menikmatinya. Secara ekonomis ini tidak menguntungkan masyarakat.”

Untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, ditambahkan Gubernur bahwa lahan kering seperti di Wonogiri cocok untuk ditanami tanaman hortikultura, seperti mangga, nangka, sawo, dan jambu mete serta melon itu sendiri. Secara ekonomis lebih menguntungkan karena hasilnya cepat dan tidak merusak lingkungan. ”Saya tegaskan agar Wonogiri mampu menjaga kontinyuitas, kualitas dan kuantitas melon untuk ekspor, karena di daerah Wonogiri ini sangat cocok ditanami melon untuk ekspor.”

Sementara Kepala Dinas Pertanian Hortikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Wonogiri Ir. Guruh Santoso, MM mengatakan jenis melon yang diekspor dari Wonogiri adalah Sunny Red M-267. Harga per kilonya Rp 5.500 untuk melon kualitas A dan Rp 5.000 untuk melon kualitas B.

Populasi melon per 1 ha mencapai 18 ribu batang. Berat melonnya sekitar 1,8-2 kg per batang. “Produksinya bisa mencapai 32 ribu melon per hektar. Jelas untuk memenuhi kebutuhan ekspor sangat kurang. Namun untuk pemenuhan 7 ton setiap minggunya secara rutin untuk ekspor ke Singapura, masih bisa dipenuhi.”[[email protected]]

error: Content is protected !!