Kepala Sekolah Jambak Muridnya Diancam Dilaporkan

1 136
Ilustrasi Sekolah

infowonogiri.com- NGADIROO – Seorang wali murid Marni (45) warga Lingkungan Pocung, Kelurahan Mlokomanis Kulon, Kecamatan Ngadirojo naik pitam. Penyebabnya karena rambut anaknya dijambak (ditarik) oleh Kepala Sekolahnya SMPN 2 Ngadirojo. Marni mengemukakan, anaknya yang menjadi korbaan perlakukan kasar gurunya adalah Danang Agustin.

Marni mengemukakan, bahwa kehawatirnnya karena ia trauma, anaknya yang pertama juga pernah mengalami hal yang sama. Karena itu ia tidak ingin Danang Agustin mengalami hal sama. Ceritanya Danang sepulang sekolah, Kamis (13/9) lalu menuturkan ia dijambak kepala sekolahnya. “Kami tidak terima, sempat geger dengan pihak sekolah,” katanya, Sabtu (15/9).

Danang mengaku, Sabtu kemarin, kepalanya sudah tidak terasa sakit. Namun saat baru tejadi katanya terasa perih. Ceritanya, saat itu, sehabis shalat dzhuhur ia memainkan rambutnya yang masih basah akibat basah terkena air wudhu. Saat itu, kepala sekolahnya melihatnya. Kemudian kasek tersebut memegang dan menarik rambutnya.

“Pak Kepala Sekolah sambil berkata, rambut jangan dibuat macam-macam. Rambut saya karena habis salat Duhur. Setelah dijambak saya pulang, lalu ke dokter meminta obat. Saya dapat izin dokter sampai Sabtu, kemarin,” katanya.

Terpisah Kepala Sekolah, Hartanto mengemukakan pihak sekolah pasca kejadian melakukan pemeriksaan CT Scan di RS Medika Mulya terhadap kepala Danang. Hasil tidak ada tanda tanda luka yang membahayakan pada kepala Danang.

“Semua biaya ditanggung sekolahan. Rambut Danang hanya dipegang, ditarik tetapi tidak keras. Itu hanya peringatan disiplin tehadap murid-muridnya. Pihak sekolah ingin mendidik dan mengarahkan anak kepada kebaikan,bukan tujuan kekerasan,” terangnya.

Menurutnya, riwayat Danang sejak duduk di kelas VII hingga kelas IX, sering bertingkah yang dinilai negative. Sehingga nama Danang tercatat menghiasi buku BP sekolah. Danang disebut sebut sering membuat gaduh dan bermain sepakbola di kelas. Rambutnya juga pernah disemir dengan warna. Juga pernah menggambar “saru”.

“Nakalnya anak itu bisa karena saya juga. Saya orangnya keras. Ini pelajaran untuk Danang juga untuk semua anak anak di sekolah,” kata Marni. Meski pihak sekolah telah meminta maaf, keluarga Danang berencana akan melaporkan kepala sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten. [[email protected]]

error: Content is protected !!