Kebocoran Pada 16 Unit PDAM Sekitar Rp.80 Juta Perbulan

1 19
Direktur PDAM H. Suharno | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Setiap bulan PDAM Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri mengalami kerugian rata rata senilai Rp.80 juta. Hal itu disebabkan karena terjadi kebocoran manajemen keuangan di setiap unit pelayanan. Jumlah kantor unit pelayanan PDAM ada 16 kantor dari 25 Kecamatan se Wonogiri. Rata rata perunit merugi Rp.5 juta.

Data kebocoran tersebut disampaikan oleh Direktur PDAM Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri Drs H Suharno Mpd, Selasa (25/9) usai membuka acara Bimbingan Teknik Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Bidang Teknik, di Aula SKB Bulusulur Wonogiri. Acara tersebut diikuti oleh 115 karyawan PDAM bidang pelayanan dan produksi.

“Ini saya buka rahasianya yah. Latar belakang pelatihan ini dilaksanakan, karena selama ini PDAM mengalami kebocoran keuangan. Itu terjadi hampir di seluruh unit. Kita punya 16 unit kantor pelayanan di kecamatan kecamatan. Taruhlah per unit Rp.5 juta, dikalikan seluruh unit, berapa coba?. Nah ini kita awasi, kita genjot terus. Buktinya pendapatan meningkat,” ujar Suharno.

Kebocoran tersebut diperkirakan terlah berjalan bertahun tahun, jauh sebelum Suharno menjabat sebagai Direktur PDAM. Suharno terhitung baru menjabat sebagai Direktur PDAM pada pertengahan 2011 lalu menggantikan Direktur lama Drs H Sumadi MM. Suharno menduga kebocoran itu justru disebabkan karena ada permainan oknum karyawan PDAM.

Nah kedepan, Suharno menginginkan hal itu tidak terjadi lagi. Suharno berusaha menekan dan mengawasinya. Tujuannya tidak lain dalam rangka membangun perusahaan air minum yang bersih dan sehat. Karena itu ia menggelar pelatihan bimbingan terknik di hampir seluruh bidang. Tujuan lain adalah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pesertanya antara lain karyawan pelayanan dan produksi, seperti kasir di seluruh unit, pembaca meter, distribusi dan produksi. Bintek tersebut juga dalam menyiapkan SDM yang handal dalam rangka menyongsong sistem online yang akan diterapkan di perusahaan daerah milik Pemda Wonogiri ini.

“Kita kenalkan juga sistem produksi layak mutu, sistem pengolahan langsung dari sumber mata air ke mesin produksi,” pungkas Suharno. [[email protected]]

error: Content is protected !!