Dituduh Menghamili Tetangga Dituntut Rp.300 Juta [1]

0 100
Kasus Perzinahan | Foto Bagus

infowonogiri.com – JATISRONO – Kasus zina atau cabul di Kabupaten Wonogiri belakangan kian marak. Baik yang bermotif perselingkuhan, pacaran, maupun yang bermotif percabulan atau pemerkosaan.

Selama sembilan bulan, Januari – September 2012 ini, kasus yang dilaporkan ke pihak berwajib mencapai 23 perkara. Diperkirakan masih banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan ke kepolisian.

Meskipun dilaporkan ke pihak berwajib, namun tidak semua perkara yang dilaporkan berakhir sampai ke meja hijau, tentu dengan berbagai pertimbangan dan alasan, baik normatif maupun pragmatis.

Salah satu kasus zina yang cukup menonjol, namun nyaris tidak terungkap media- adalah zina yang melibatkan mantri Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas Jatisrono II berinisial H. Yat S.Kep (45), dengan seorang perawan berinisial Dia (24) pembantu rumah tangga. Keduanya bertempat tinggal bertetangga di Dusun Gentan Desa Pule Kecamatan Jatisrono.

Kasus tersebut mencuat pertengahan 12 Juni 2012 silam. Diperkirakan perzinahan tersebut tejadi dua bulan sebelumnya. Buktinya, saat berita ini mencuat, Dia, sudah dalam keadaan hamil  dua bulan. Dia diketahui hamil, saat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kartosura. Oleh majikannya, Dia dikembalikan ke rumah orang tuanya.

Dia kemudian mengaku, bahwa janin yang dikandungnya adalah hasil hubungan intim seorang mantri PNS, tetangganya. Karena hubungan orang tua Dia dengan Yat sudah sangat dekat, selain memang bertetangga, ibu kandung Dia, berinisial Par, adalah pernah bekerja mengurusi rumah tangga Yat, sejak keduanya sama sama merantau di luar Jawa.

Atas dasar pengakuan Dia, maka kemudian, keluarga Dia melabrak Yat. Yat di hadapan keluarga Dia dan perangkat Desa setempat, mengakui bahwa ia pernah menyetubuhi Dia sebanyak empat kali. Dua kali di rumah Dia, dua kali di tempat lain. Terakhir Jumat 3 Pebruari 2012. Karena itu kemudian, orang tua Dia menuntut Yat bertanggung jawab, untuk menikahi secara resmi.

Namun dikarenakan  Yat adalah PNS, maka menolak menikahi Dia secara resmi. Alasan lain, Yat sudah mempunyai seorang istri sah, dan dua orang anak lelaki. Rencana pernikahan sirih Yat-Dia beberapa kali mundur.

Namun akhirnya terlaksana. Setelah melalui beberapa kali musyarawah disepakati nikah sirih, pada Selasa (19/6) di kantor Desa Pule Jatisrono. [bersambung] [ [email protected]]

error: Content is protected !!