Selama Lebaran , Pelanggaran Trayek Hingga Pemalsuan Surat

0 84
Dua armada bus yang di tilang | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Wonogiri mendapati sebanyak enam armada bus angkutan lebaran melanggar trayek dan surat uji jalan.

Terdiri dari lima armada bus wisata plat nomor Jakarta dan satu bus reguler plat nomor Wonogiri. Surat surat identitas enam armada bus tersebut telah ditilang oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri. Untuk selanjutnya akan segera diserahkan ke Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri untuk dipersidangkan. Penilangan tersebut dilakukan sejak H+1 Lebaran hingga Minggu (26/8).

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Ige Budiyanto didampingi Kepala UPT Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri, Haryadi mengemukakan, pelanggaran awak armada bus angkutan lebaran antara lain pemalsuan surat ijin jalan, dan pelanggaran trayek wisata digunakan untuk reguler.

“Bahkan ditemukan surat ijin bus wisata yang ditandatangani oleh mantan pegawai Dinas Perhubungan DKI yang telah pensiuan sejak enam tahun silam. Itu surat ijin asli tapi palsu. Itu diketahui setelah kita krocek ke Dishub Jakarta,” ujar Ige Budiyanto. Meski ditilang, armada tetap diperbolehkan jalan, namun awak bus harus menjalani persidangan.

Di sisi lain, sejak H+1 hingga H+6 terdapat puluhan armada bus wisata beroperasi untuk mengangkut penumpang reguler di Wonogiri. Sesuai aturan armada bus wisata dilarang untuk mengangkut penumpang reguler. “Bus wisata untuk mengangkut penumpang wisata dengan tujuan wisata bukan untuk penumpang reguler,” katanya.

Menurut Haryadi terjadinya bus wisata digunakan untuk mengangkut penumpang reguler diyakini karena terjadi peningkatan jumlah penumpang namun terjadi keterbatasan armada. Di sisi lain, banyak perusahaan atau kelompok yang menyewa bus wisata untuk mudik dan balik selama lebaran.

Faktor lain, Haryadi menduga bus wisata masuk ke Wonogiri karena disewa oleh agen agen tiket bus di Wonogiri. Penjelasannya, bawha selama lebaran agen tiket bus dibatasi kuota penjualan oleh kantor PO-nya. Padahal selama lebaran terjadi lonjakan penumpang. Sedangkan bus reguler terjebak kemacetan, sehingga tidak bisa berangkat dan datang normal.

“Waktu hari biasa, kantor PO menyerahkan kepada agen untuk menjual tiket sebanyak banyaknya. Tapi waktu lebaran, agen dibatasi kuotana. Karena kantor juga turun operasi. Lalu agen menyewa bus untuk memberangkatkan penumpang yang ditampungnya. Itu namanya agen yang tidak loyal ke perusahaannya,” ujar Haryadi.

Dua agen bus di terminal induk Wonogiri, yakni Agen PO Sandoyo dan PO Sri Sundoro membenarkan pihaknya pernah menyewa bus wisata untuk memberangkatkan penumpang dengan tujuan Jabodetabek. Harga sewa bervariasi Rp.8,5 Juta hingga Rp.9.5 juta untuk sekali jalan. [[email protected]]

error: Content is protected !!