Selain Terompet, Bulukerto Juga Memporduksi Batu Bata

0 117
Pembuatan Bata | Foto Sugiyarno

infowonogiri.com – BULUKERTO – Tidak hanya terkenal sebagai industri kerajinan terompet, Kecamatan Bulukerto mulai dikenal dengan hasil produksi batu batanya. Masyarakat Desa Nadi, selain bertani  dan berternak, sebagian penduduknya banyak yang mempunyai pekerjaan sampingan membuat batu bata.

Warga setempat mengklaim, hampir 90 persen penduduknya mengantungkan hidupnya dari membuat batu bata. Dalam satu bulan rata rata warga Nadi bisa menghasilkan 10.000 hingga 15.000 batu bata.
Untuk membuat batu bata, warga terlebih dahulu membeli tanah sebagai bahan bakunya.Sebab tidak semua tanah di wilayah setempat dapat dicetak menjadi batu bata. Biasanya warga membeli tanah dari tetangga Desa Nadi, yaitu Desa Domas, Tengklik, Bendo Bulukerto.
Bahkan bahkan harus mengimpor dari Kecamatan tetangga, yaitu dari Talesan Kecamatan Purwantoro. Harga satu truk engkle tanah sampai di Nadi Bulukerto seharga Rp.100.000,- Dalam satu bulan bisa empat sampai lima kali kirim.
Pembuatan Bata | Foto Sugiyarno

Tanah satu truk engkel dapat dicetak menjadi 3.000 batu bata. Proses pembuatanya bertahap.  Mengunakan alat giling yang terbuat dari besi seperti penggilingan mi. Tahap pertama digunakan untuk mengiling tanah liat.

Hari ke dua digunakan untuk mencetak bata. Hari ke tiga digunakan untuk menyisir bata. Ke empat pengeringan, dan seterusnya. Setelah terkumpul diatas 10.000, batu bata kering dibakar. Bahan bakarnya mengunakan merang.
Sekali pembakaran memerlukan satu truk merang, seharga Rp 1.000.000,-. Pembakaran memerlukan waktu sekitar empat sampai lima hari. Setelah dipastikan masak, harga perbiji batu bata di tempat Rp.325 sampai 350,-.
Dalam sekali pembakaran dapat dihasilkan kisaran Rp.2 juta sampai Rp.2,5 juta.  “Itu sudah kepotong modal mas,” pungkas Mardi (53) warga Nadi Kidul RT 02 RW 05 Desa Nadi Kecamatan Bulukerto kepada infowonogiri.com, di kediamanya.[[email protected]]
error: Content is protected !!