Jualah Tiket Secara Manusiawi

0 16
Giyatno - Agen bus Handoyo | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI-Bukan rahasia, hampir setiap lebaran pasti terjadi kenaikan harga tiket bus Wonogiri jurusan Jabodetabek. Jika pada hari hari biasa -selain lebaran-, harga tiket normal Patas AC dijual antara Rp.100 ribu hingga Rp.130 .000.

 

Namun pada hari Lebaran harga tersebut berubah dengan bervariasi antara Rp.300.000 hingga Rp.350.000. Padahal vasilitas pelayanan yang diberikan relatif sama, baik pada waktu lebaran maupun di luar lebaran. Pelayanan antara sesama Perusahaan Oto Bus (PO) Bus juga relatif sama.

Yaitu pelayanan patas, AC, snak, makan sekali dan toilet. Namun sesungguhnya pelayanan cepat dan tepat waktu sampai tujuan (patas) justru pada hari lebaran sulit bisa direalisasikan. Faktanya karena terjadi peningkatan penumpang dan arus lalulintas maka terjadi kemacetan.

Karena itu menjual tiket dengan harga mahal dinilai kurang manusiwasi. Pendapat tersebut justru dikemukakan oleh seorang Agen Bus PO. Handoyo di Wonogiri. Adalah Giyatno (54) warga Perumahan Sendang Siwani Blok D 110 Kecamaatan Selogiri.

Ayah tiga anak ini mengaku bisa merasakan (empaty) apa yang dirasakan para perantauan Wonogiri ke Jakarata. Tidak semua pemudik adalah orang yang mampu membeli harga tiket mahal. Sebagian penumpang pasti ada yang merasa tiket seharga diatas Rp.300 ribu lebih kemahalan.

Karena itu suami Rusdiyatmini ini memilih menjual harga tiket Rp.240.000 selama lebaran. “Kita juga patas pakai AC, makan sekali, snak sekali, dan ada toliet,” katanya. Sedangkan di luar lebaran ia hanya menjual Rp.105.000 pertiket.

“Saya menjual tiket secara manusiawi. Sering saya menolong penumpang yang tidak punya uang. Saya naikkan, saya kasih makan bahkan saya kasih uang, semboyan kami iklas melayani masyarakat,” kata mantan pengawas bus yang telah bekerja belasan tahun ini. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!