140 Kuda Tewas Dimakan Singo Gadungan

0 77
Singo Gadungan | Foto Bagus

infowonogiri.com – GIRIWOYO –  Siang itu di Dusun Tambakrejo gempar setelah warga tahu Kuda yang rencananya akan di persembahkan oleh Raja Kelonoswandana  di sergap oleh kawanan singo gadungan suruhan Raja Singobarong dari Kerajaan Lodaya  yang berebut mendapatkan Putri Songgo Langit yang sebelumnya mengadakan sayembara siapa yang bisa menyediakan kuda kembar sebanyak 140 dan tarian serta hewan kepala dua akan di jadikan nya suami.

Hal tersebut terjadi karena Raja singo barong yang sangat mencintai Putri Songgo Langit atau yang di kenal dengan Dewi Sekar taji kalah bersaing dengan Raja Kelanaswandana. Maka untuk memenangkan persaingan sengit tersebut Raja Singo barong menyerbu serta merampas segala persyaratan Raja Kelanaswandana.

Namun Raja Kelanaswandana tak kalah pintar beliau juga menyerang balik dengan senjata andalannya yaitu Cambuk Samandiman.Maka Raja Kelanaswandana memenangkan pertarungan tersebut dan berhasil membunuh kawanan Singo Gadungan tersebut melalui Patihnya Bocah Ganong. Maka setelah peperangan tersebut Lhedhek( penari wanita) serta Penthol dan Tembem menyajiakan tari-tarian yang I iringi Gending Gambuh dan Asmaradana.

Warga Kolektif menyembelih sapi untuk kebutuhan lebaran | Foto Bagus

Itulah sepenggal kisah  yang tertuang dalan sebuah seni Reog Jarang Kepang yang selalu di adakan oleh warga Tambahrejo dan baksari Desa Guwotirto Kec. Giriwoyo setiap Lebaran tiba. Acara tersebut merupakan sebuah pertunjukan seni kolosal yang sangat di segani di kalangan masyarakat karena selain untuk menghibur warganya juga untuk menghibur danyang  penunggu desa yang konon merupakan seorang pertapa yang bernama Kyai Dipo yang konon juga tidak meninggal tapi hilang di pertapaannya di tengah Dusun Baksari yang sekarang di tumbuhi semak belukar dan Kayu Bendo.

Namun sayang untuk melestarikan kebudayaan tersebut masyarakat bersusah payah untuk mencari dana guna kelangsungan serta kebutuhan perawatan serta seragam yang nampaknya sekarang mulai usang. Menurut Sesepuh Mbah wardoyo (90th)kesenian tersebut sudah ada di Dusun tersebut sejak 200tahun lalu yaitu sejak belanda masih menjajah bumi pertiwi. Hingga sekarang macanan serta reog masih di sama hingga sekarang .

Kurangnya perhatian dari pemerintah Kesenian tersebut semakin punah dan di wonogiri sendiri jumlah kelompok seni Reog Jaran Kepang tinggal hitungan jari. Sebelumnya warga tersebut juga menyembelih sapi untuk kebutuhan lebaran. Sapi seharga  Rp.5.000.000 tersebut di beli dengan cara kolektif oleh para dermawan maupun iuran dari warga sendiri untuk menyambut puncak hari raya lebaran.[[email protected]]

error: Content is protected !!