Tim PKK Trenyuh Saat Kunjungi Panti Jompo

0 81
Penyerahan bantuan untuk kelompok usia lanjut | Foto Bagus | Foto : Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Tim Penggerak PKK Kecamatan Wonogiri mengunjungi panti wreda Sasana Tresna Wreda, Wonogiri, kemarin. Kunjungan tersebut dipimpin Ketua TP PKK Wonogiri Kota Susi Vinani Sudibyo. Susi Vinani dkk merasa trenyuh melihat kondisi orang-orang jompo yang tinggal menetap di panti di Wonoboyo Wonogiri itu.

Pasalnya, hampir semua penghuni Panti, mengaku tidak pernah dikunjungi oleh keluarga mereka. Selama ini–dapat disimpulkan- Panti jompo (wreda) kurang mendapat perhatian masyarakat maupun pemerintah.
Padahal, hampir semua penghuninya merupakan orang-orang lanjut usia yang lemah, kurang mampu dan terlantar. Sebagian banyak bahkan lama tidak dikunjungi keluarganya. Panti Wreda tersebut berdiri tahun 1989.
“Panti Wreda ini belum pernah dikunjungi oleh pihak kecamatan. Padahal, lokasinya tidak terlalu jauh,” kata Susi Vinani istri Camat Sudibyo ini. Sehingga TP PKK tersebut mengunjungi Panti Wreda, mereka disambut haru penghuninya. Para penghuni merasa diewongke.
“Saking senangnya didatangi tim PKK, mereka meangkul, mengelus ngelus dan memijat-mijat kami saat hendak pamitan. Mereka ada yang menceritakan ada, katanya ia sudah tidak dipedulikan keluarganya,” lanjutnya.
Sungguh, para penghuni Panti Wreda sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan.  “Ternyata, hal itu sangat berarti. Kami jadi bersyukur karena orang tua sendiri tidak ditelantarkan. Apalagi, suatu saat kita juga akan menjadi lansia,” ujarnya.
Kedatangan TP PKK Kecamatan Wonogiri untuk menyerahkan bantuan beras, telur, minyak goreng dan sembako lainnya. Rencananya, kunjungan ke Panti Wreda akan menjadi agenda rutin. TP PKK Wonogiri dan relawan akan menggalang dana untuk Panti Wreda.
Ketua pengurus Panti Wreda Sasana Tresna Wreda Wonogiri, Siti Sulasmi SPd mengatakan, panti tersebut dihuni oleh 42 orang jompo. Sebanyak 18 orang di antaranya terpaksa dititipkan ke kerabat-kerabat di sekitar panti karena daya tampungnya tidak mencukupi.

Para penghuni panti kebanyakan berasal dari kalangan tidak mampu. Sebagian lansia ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. “Saat ditemukan ada yang kumal sekali. Ada juga yang sehari harinya tidur di samping kandang ternak,” tutur Siti.[[email protected]]

error: Content is protected !!