Sambut Puasa & HUT RI dengan Lomba Lesung dan Trethek

2 47
Lomba memukul lesung di Desa Saradan Kec Baturetno | Foto Bagus

infowonogiri.com – BATURETNO – Pendopo Balai Desa Saradan Kecamatan Baturetno dipadati oleh ratusan warga  penduduk setempat, hampir seharian Minggu (15/7). Mulai pagi warga menyaksikan pertandingan bola volly dan kasti. Diikuti oleh pemuda Karangtaruna perwakilan dari sembilan Dusun. Yakni Dusun Munggung, Saradan, Dungleri, Sobo, Jati, Jarum, Belikrejo, Polaman, dan Gedawung.

Usai pertandingan olahraga, warga giliran menyaksikan lomba memukul Lesung oleh kaum ibu-ibu dan trethek oleh bapak. Alat tradisional lesung tersebut sesungguhnya bukan alat musik. Namun alat untuk menumbuk padi pada jaman dahulu. Para ibu-ibu jaman dulu, ketika musim panen, lesung itu ditabuh dengan alu (alat penumbuk) untuk menumbuk gabah bersama sama.

Sehingga menimbulkan irama beraturan yang menarik perhatian penduduk. Jadilah lesung menjadi alat musik, sekaligus alat untuk menumbuk padi. Irama musik yang dimainkan oleh para peserta adalah tembang-tembang jawa. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Romadhan, dan HUT RI ke 67 tahun.

Lomba Tretek di Desa Saradan Kec Baturetno | Foto bagus

Kepala Desa (Kades) Saradan, Supardjo mengatakan, kegiatan ini memang baru kali pertama digelar setelah kedua budaya itu mati suri lama. “Dulu orang tua banyak yang memainkan lesung dan trethek, sekarang anak muda banyak yang tidak tahu bentuk seni itu. Ke depan di tiap ada orang punya hajat akan dipentaskan sebagai seni pertunjukan. Seperti jaman dulu lagi,” jelasnya.

Salah satu panitia, Anang Haris Himawan dan Mujiono menambahkan, bahwa pada bulan puasa nanti, lesung dan tretek itu akan diangkut dengan kendaraan keliling kampung, lalu dimainkan bersama sama pada waktu dini hari. Tujuannya untuk membangunkan muslimin-muslimat untuk melaksanakan ibadah shalat lail dan makan sahur.

“Setiap pos Dusun disediakan makanan sahur untuk para penabuh lesung dan tretek. Ini sebagai upaya melestarikan seni budaya asli Jawa. Sangat disayangkan jika budaya yang bagus seperti lesung dan tretek itu punah,” kata Anang. Anang mengatakan kegiatan ini terselengara atas inisiatif pemuda dan tokoh masyarakat yang didukung oleh perangkat desa setempat.

Ke depan di tiap-tiap acara hajatan warga penduduk setempat akan dipentaskan tretek dan lesung. Sehingga kekayaan tradisi jawa benar benar terjaga. Seorang penonton mengaku atas pertunjukan musik tradisional itu. “Bagus, saya belum pernah menonton lomba tretek dan lesung, seneng saya, lucu,” kata Agung.[[email protected]]

error: Content is protected !!