Rutan Harus Bersih Dari Pungli

2 107
Oga Darmawan Kepala Rutan Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Mungkin saudara pernah mendengar, jika di dalam penjara -sekarang disebut Rumah Tahanan (Rutan), dan atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)-, pernah terjadi praktek pungutan liar (Pungli). Yang sering terdengar, pungli dilakukan oleh oknum petugas (sipir), tahanan pendamping atau pegawai Rutan/Lapas.

Pungli dilakukan terhadap warga yang masuk ke Rutan/Lapas. Mereka memintai sejumlah uang dan atau barang terhadap calon “warga baru” yang masuk ke Rutan/Lapas. Atau terhadap keluarganya/kerabatnya yang membesuk warga Rutan/Lapas. Modusnya berbagai macam cara. Antara lain ada dengan cara “baik baik atau dengan cara paksa”.

Kini seiring kian ketatnya pengawasan langsung dan bertekhnologi canggih, cerita soal Pungli sayup sayup hanya terdengar lirih. Meski perlahan namun diharapkan Pungli tidak lagi terjadi di Rutan. Sampai bersih. Sebab Rutan/Lapas adalah tempat “bertobat” para pelaku kejahatan.

Oga Darmawan saat bersalaman dengan Presiden RI SBY | Dokumentasi

Harapan itu antara lain dikemukakan oleh Kepala Rutan Wonogiri Oga Geovani Darmawan Amd.IP Ssos Msi., kepada wartawan di Kantor Rutan Wonogiri. Oga dilantik sebagai Kepala Rutan Wonogiri, Rabu (20/6), menggantikan M Rodhi BcIp SH. Sertijab dipimpin oleh Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Muqowimul Aman.

Oga masih muda. Kelahiran Sibolga tahun 1981. Oga bertekad membersihkan Pungli di Rutan Wonogiri. “Kita tidak mau lagi, dikit dikit uang,” ujar Oga ayah anak Sergio Sanjaya yang terlahir jam 9 tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 ini.

Upayanya dengan cara memperketak pengawasan tamping dan petugas. Misalnya memasangi kamera CCTV dan Monitor di setiap tempat strategis interaksi antara warga Rutan dengan Petugas dan pembesuk.

Di loket pendaftaran pembesuk, di pintu pertama dan kedua penjagaan, di ruang besuk, di kantin, di wartel juga telah di pasangi CCTV. “Kami tidak mau lagi ada uang beredar disini,” tandas Suami Nina Rini, ini.

Upaya lain, memisahkan antara tahanan yang sudah vonis dipisah dengan tahanan titipan. Agar bisa dekat dengan warga Rutan, Oga mendekati warganya dengan cara persuasif dan adaptasi sesuai kultur, tampa menghilangkan budaya mereka, utamanya Jawa.

Kinerja Oga bisa dibilang cukup berprestasi. Sebanyak lima kali menndapat penghargaan dari Kapolresta Solo. Yaitu sebanyak lima kali menggagalkan selundupan ganja. Saat itu ia bertugas sebagai Kepala Kesatuan Pengaman Rutan Kelas 1 Solo.

Pria murah senyum dan berpipi tembem ini pernah bertugas sebagai Kasi Pelayanan di Batam, Lapas Narkotika dan pernah mengajar di AKIP (Akadmi Ilmu Pemasyarakat). Alumnus AKIP tahun 2002. Pernah beasiswa di Universitas Indonesia Jurusan Kebijakan Publik, dan meraih gelar sarjana hukum di Universikat Jakarta.[[email protected]]

error: Content is protected !!