MoU Ikan Patin antara Wonogiri Dengan Balitbang KKP Pusat

0 68
Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto dan Kepala Balitbang Prof Ir Rizald Max Rompas | Foto Bagus

infowonogiri.com –  WONOGIRI –  Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Nota MoU diteken Rabu (11/7) di ruang Data Setda Wonogiri.

Wonogiri diwakili oleh H Danar Rahamanto, dan Balitbang diwakili oleh Ykh Prof Ir Rizald Max Rompas, disaksikan oleh Kepala Nakperla Ir Rully Pramono Retno Msi dan peneliti senior yang pertama kali mengembangkan patin di Bendungan Serbaguna Wadug Gajah Mungkur (WGM), Prof dr Ir Endy Setyadi Kartamiharja MSI.

Latar belakang MoU itu adalah untuk menjaga kelestarian kawasan budidaya ikan patin di lokasi WGM, dan persoalan pengelolaan perairan tersebut. Pada kesempatan itu Nakperla Wonogiri dan Tim Balitbang memaparkan program-programnya.

Demi menjaga kelestarian kawasan Patin di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Max Rompas mengatakan Ipetknas Balitbang telah menerjunkan tim ke wilayah WGM. Antara lain menemukan sedikitnya ada 50 kelompok nelayan yang tergantung pada keberadaan WGM. Jumlah per kelompok minimal 20 anggota nelayan.

Disebutkan program pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah membangun perekonomian nelayan. Tentunya ini adalah program Pemda Wonogiri yang ditangani langsung oleh Kepala Daerah. “Kita kita hanya membantu. Tujuannya agar taraf ekonomi para nelayan meningkat,” katanya.

Namun ada kendala yang ditemui tim Ipteknas Balitbang. Menuru Max Rompas adalah adalah masalah budi daya ikap patin perlu diatur dengan Perda. Sehingga populasi ikan patin di WGM terjamin dan terlindungi, masyarakat bisa memanfaatkan secara adil dan merata. Kini menurutnya kondisi ikan patin di WGM sudah memprihatinkan.

Padahal lokasi perairan WGM menjadi satu-satunya se Indonesia sebagai kawasan lestari budidaya ikan patin secara alami. Namun sebagian banyak masyarakat Wonogiri masih banyak yang belum menyadari, dimungkinkan karena masyarakat belum memahami masalah tersebut. Karena itu Balitbang dan Nakperla harus terus menyosialisasikannya.

Bupati H Danar Rahmanto menyambut baik kerja sama tersebut. menurutnya kerjasama ini adalah rahmat dan potensi yang harus terus digali dan dikembangkan. Danar sadar, budi daya ikan patin tidak bisa dilakukan sendirian, tentu tetap mebutuhkan bantuan pemerintah pusat dan dukunghan masyarakat Wonogiri.

Secara khusus Bupati menyinggung komunitas Masyarakat Gajah Mungkur (MGM) agar bekerja sama untuk menjaga kelestarian patin. “Kita akan melegendakan ikan patin di Wonogiri. Kami bersama Mas Bondan sebagai komuntas MGM siap mendukung dan bersungguh-sungguh melaksanakannya,” tandas Bupati. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!