Lima Pasangan Diduga Berzina Digerebeg Satpol PP

4 82
Wakapolres dan Kasat Samapta Pasangan mesum dibina Polres | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Seperti sudah menjadi kewajiban rutin, menjelang bulan puasa Ramadhan bisa dipastikan jajaran Polres Wonogiri dan tim gabungan selalu menggelar opeasi pekat. Antara lain miras dan perzinahan.

Jumat (20/7) , tim gabungan Polres dan Satpol PP Pemda Wonogiri menggelar operasi perzinahan dan penyakit masyarakat. Tim berhasil menjaring lima pasangan tanpa ikatan pernikahan operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Mereka tertangkap tengah berada di dalam kamar tiga hotel di wilayah berada di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Adalah Suwanto (40) warga Gentan Bulu Sukoharjo, dengan Suparmi (24) karyawan warga Sariwangi Sukoharjo. Endah Widiastuti (38) pekerjaan PNS Penilik Sekolah di Selogiri alamat Kadipaten Jendi Selogiri, dengan Suradi (32) karyawan warga Plombongan RT2 RW3 Kepuh Kecamatan Nguter Sukoharjo. Sunarso (51) swasta warga Semen Jatisrono, dengan Martiyani (25) warga Kedung Watusono. Suyekti (20) warga Sendang Wonogiri, dengan Timin (40) warga Sendang Wonogiri.

Kepala Satpol PP, Ismiyanto melalui Kabid Trantib dan Ketenteraman Wahriyanto mengatakan sebenarnya ada enam pasangan yang terjaring. Namun satu pasangan dua laki-laki yang mengaku konsultan yang tengah menginap.

“Ada yang menginap sejak kemarin, tadi malam, dan ada juga yang baru masuk. Mereka dibawa ke Polres untuk dibina. STNK, SIM, dan KTP diamankan,” ujarnya. Razia digelar di tiga losmen. Di hotel ketiga ada lagi satu pasangan tapi laki-laki semua. Ngakunya konsultan tapi juga tidak tahu kalau mereka berbuat yang menyimpang,” jelasnya.  Mereka mengaku melakukan atas dasar suka sama suka.

Sebagian pasangan mempunyai istri dan atau suami yang sah, namun mereka kedapatan berada di hotel tidak dengan pasangannya yang sah. Bahkan salah satu pasangan membawa serta anaknya berumur empat tahun. “Anak itu tengah tidur. Saat digerebek pakaian morak marik,” lanjutnya.

Tim meminta selama puasa para pemilik hotel dilarang menerima tamu yang bukan pasangan suami istri atau keluarga. Setelah dibina oleh pihak kepolisian mereka diperbolehkan pulang, namun diwajibkan apel seminggu dua kali. Juga dimintai tidak mengulangi perbuatannya. [[email protected]]

error: Content is protected !!