Keterlaluan Dua Perempuan Berjilbab Ngamar Tertangkap Kapolres

3 346
Pasangan selingkuh dibina oleh Kapolres Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kapolres Polwan AKBP Ni Ketut Swastika SIK tampak sangat marah setelah mengetahui hasil Operasi Candi Pekat yang digelar, Kamis (26/7) di Wonogiri, terdapat dua orang muslimah berjilbab yang diduga ngamar bukan dengan muhrimnya.

“Kamu itu mahasiswi, pakai jilbab. Kamu itu perempuan baik baik kan? Atau kamu perempuan bukan baik baik, tapi pakai jilbab biar dikira perempuan baik?,” ujarnya dengan nada tinggi. “Seharusnya kamu itu malu dong, mahasiswi muslimah pulang kuliah ngamar,” tambahnya.

Kapolres juga sangat gemes kepada salah satu perempuan yang belum cukup umur tetapi sudah kedapatan terperangkap operasi pekat kemarin. “Kamu yang kecil itu, cengengesan saja. Senang kamu yah? Gak malu kamu yah? Masih kecil belum cukup umur sudah ngamar!” tandasnya.

Kapolres di hadapan mereka menegaskan bawha operasi pekat ini sudah digelar sejak sebulan ini. Selain dalam rangka menghormati umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, juga dalam rangka menekan kian maraknya penyakit masyarakat.

Karena itu Kapolres meminta agar mereka bertobat. Tidak mengulangi lagi perbuatannya, baik di Wonogiri atau di luar Wonogiri. Kapolres mengingatkan bawha operasi pekat tidak hanya dilakukan menjelang bulan puasa ramadhan saja tetapi juga dilakukan pada kesempatan lain.

Operasi pekat kemarin dilaksanakan oleh tim Unit Kecil Polres Wonogiri. Terdiri dari Sat Samapta, Sat Intelkam dan Satreskrim. Operasi di gelar dengan sasaran hotel di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Hasilnya menangkap lima pasangan yang bukan muhrimnya.

Nama nama yang terjaring adalah Rezania S (23) alamat Sunggingan RT 01 RW 03 Sidokarto Wonogiri berpasangan dengan Tri Wahono (27) alamat Sunggingan RT 03 RW 03 Sidokarto. TKP Hotel Melati.

Yanuar Isnaini Putra kelahiran Gunungkidul 16 Januari 1995 alamat Widoro, Bendung RT 04 RW 03 Semin Gunung Kidul dengan Inziah Nor Latifah kelahiran Gunung Kidul 30 Oktober 1994 alamat Pecom GK RT 01 RW 03Punduhsari Semin. TKP Hotel Kendedes.

Kemudian Neni Tri Astuti (216) alamat Dologan Girimarto dengan Sutrisno Jendi RT 04 RW 03 Kecamatan Girimarto. TKP Hotel Kendedes. Suliyo (46) alamat Bilikrejo 2/2 Gebang Nguntoronadi dengan Surati (47) alamat Plosorejo 2/4 Pondoksari Nguntoronadi. TKP Hotel Adem Ayem.

Status Surati menikah. Suami sahnya adalah Riyanto. Mendengar kemarahan Kapolres kepada mereka, Surati ketakutan hingga menangis dan meminta ampun atas kesalahannya. Ia mengaku bertobat tidak akan mengulangi lagi. Demikian juga pasangannya, Suliyo.

Sejak 10 Juli lalu, ternyata Kapolres sudah tiga kali menggelar operasi pekat dengan sasaran pasangan mesum. Kali kedua kemarin sudah dibeberkan wartawan. Sedangkan yang pertama tidak sempat dirilis kepada kuli tinta.

Hasil operasi yang pertama berhasil menangkap pasangan Suwardiyanto (49) alamat Kluwih Kalitekuk Semin Gunung Kidul dengan Tunem (48) alamat Geritan Eromoko Wonogiri.  Anis Sulistyo Murti (43) alamat Coyudan 2/2 Makamhaji Kartosuro dengan Alwi Abdul Qodir (52) alamat Solo.

Lalu, Sunardi (56) alamat Laban 3/3 Mojo Sukoharjo dengan Endang Sri (28) alamat Tegalsari 2/3 Karanganayar. Indriyani (17) mahasiswa asal Jatipuro Karanganyar dengan Desta Ari GS (21) swasta alamat Kaloran Lor Wonogiri.

Ada lagi, Tukiman (35) petani asal Putat Trukan Pracimantoro dengan Yatini (44) petani asal Banaran Wonogiri. Lalu, Purwanti (21) swasta alamat Ngresep Lor 2/1 Wonokeling Jatiyoso Karananyar dg tetangganya Sugiyanto (35) swasta.

Pasangan paling tua adalah Langkir Atmo Miyono (62) pekerjaan perangkat Desa Tangkluk Jatiharjo Jatipurno dengan Dwi Yuliana (27) ibu rumah tangga asal Wuryorejo Wonogiri Kota. Usai dibina Kapolres, mereka membuat surat pernyatan tidak akan mengulangi lagi. [[email protected]]

error: Content is protected !!