Jelang Ramadhan Pengurus MWC-NU Girimarto Ziarah ke 5 Makam Waliyullah

0 85
Pengurus MWC NU Kecamatan Girimarto | Foto Bagus

infowonogiri.com – GRESIK – Dalam rangka menyambut bulan suci Romadhan 1433 Hijriyah, pengurus Musyawarah Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Girimarto melaksanakan ziarah masal ke lima makam Waliyullah dan ke makam Presiden RI ke 4 di Jawa Timur.

Ke lima makam yang di-ziarahi adalah makam Raden Rahmat atau yang di kenal Sunan Ampel di Surabaya, makam Raden Paku alias Muhamad Ainul Yakin yang dikenal sebagai Sunan Giri di Gresik, makam Maulana Malik Ibrahim alias Sunan Gresik di Gersik, makam Sunan Drajat alias Raden Qosim yang bergelar Raden Syaifudin di Lamongan, dan Sunan Bonang yang nama kecilnya Raden Mahdum Ibrahim di Tuban.

Usai dari Lamongan, rombongan berziarah ke makam Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid yang lebih populer dipanggil Gus Dur, di Jombang. Peserta ada sebanyak 48 orang. Terdiri dari Ketua Tanfidziah Slamet Riyadi Mpd, Ketua Rois Suriah Kyai Mudzakir, Ketua Mustasyar H Budiono dan Wakilnya Kyai Zainuri, serta pengurus Fatayat dan Muslimat Girimarto.

Kegiatan ini didukung oleh Ketua Muslimat, Hj Suwarti dan Hj Paryanti Bendahara DPD Partai Golkar Wonogiri yang juga anggota DPRD Fraksi Partai Golkar. Rombongan berangkat pukul 22.00 WIB Sabtu (14/7) lalu, dan telah kembali pukul 05.00 WIB, Senin (16/7) kemarin.

H Budiono mengatakan ziarah ke lima makam Waliyullah bukan hanya sekedar wisata. Melainkan dalam rangka ibadah. “Ziarah ini bukan berwisata, kalau hanya berwisata, kami sudah sering mengunjungi makam-wakam Walisongo. Namun ini lebih bertujuan mulia yaitu ibadah,” kata Budiono.

Menurutnya, sesuai ajaran yang dipahami –Nahdlatul Ulama-, adalah bagian dari ibadah. “Terlebih yang kami lakukan di sana adalah membaca do’a do’a yang ada dalam Al-Quran dan dicontohkan oleh Rasulullah, dan kami banyak membaca dzikir dan shalawat,” tandas Budiono.

Ada beberapa hal yang menurutnya bermanfaat dari berziarah. Bagi pengurus MWC NU yang belum pernah berziarah ke makam Waliyullah menjadi tahu, betapa agung dan muliannya para pejuang Islam di Tanah Jawa. Mereka menyaksikan sendiri, menjelang puasa, ribuan bahkan jutaan orang hilir mudik dari bebagai Kota bahkan Mancanegara ziarah ke makam para Waliyullah.

Yang dilakukan selama di sana, adalah membaca Kita Suci Al-Quran Surat Yasin, doa Al-Maktsurat yang biasa dibaca oleh Rosulullah SAW, berdzikir dan bertahlil. “Kami berdo’a hanya kepada Allah SWT, untuk Rosullullah, keluarga Nabi, sahabat Nabi, Alim Ulama dan Warosatul Ambiya, termasuk para Waliyullah, bukan yang lain,” katanya.

Allah telah memilih dan meninggikan derajat mereka menjadi Auliya (pemimpin) yang mulia, meski sudah wafatpun masih membawa manfaat bagi orang lain. “Wallahu’alam bissyowabb,” tandas H Budiono mantan aktifis non islam yang telah memilih islam menjadi pilihan hidupnya.[[email protected]]

error: Content is protected !!