Harga Cabe Mahal Karena Ibu Ibu Malas

0 50

Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA infowonogiri.com -JAKARTA – Harga cabe dan sayur mayur kian mahal karena ibu-ibu rumah tangga malas menanam lombok dan sayur sayuran. Padahal tanaman-tanaman tersebut sangat mudah tumbuh di pekarangan rumah penduduk. Karena itu mulai sekarang mulailah rajin menanam cabe, sayur mayur dan buah buahan.

Himbuan tersebut dikemukakan oleh Menteri Pangan Ir H Suswono MMA, pada acara penutupan Festival Makanan Khas Jawa Tengah 2012, Minggu (8/7) di anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur. Acara itu diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah.

“Harga cabe dan sayuran kian mahal karena ibu ibu kita malas. Padahal orang tua kita, sejak jaman dulu membiasakan menanam lombok di pekarangan, terong dan tomat dan lain lainnya. Membiarkan pekarangan kita menganggur, kita juga berdosa,” ujar pak Menteri. Karena itu Menteri mengajak sepulang dari TMII agar memulai memanfaatkan lahan.
Selain itu, kebutuhan terhadap makanan pokok juga tengah menjadi isyu penting Pemerintah RI. Pasalnya pada tahun 2042 diperkirakan akan tejadi kelangkaan beras. Kebutuhan makanan pokok, beras, terus meningkat. Menyusul jumlah penduduk yang terus bertambah. Pertahun penduduk Indonesia bertambah 3-4 juta orang.
Pada tahun 2042 kebutuhan beras bertambah dua kali lipat kebutuhan beras pada tahun ini. Namun pak menteri tidak membeberkannya, berapa kebutuhan riilnya. Kini, lanjut menteri, masalahnya kian sulit. Sebab musim saat ini tidak jelas, antara musim penghujan dan kemarau. Dulu musimnya jelas dan bisa diprediksi.
Namun saat ini musim tidak lagi bisa sulid diprediksi dengan tepat. Pak menteri mencontohkan, tahun 2010, hampir sepanjang tahun hujan terus. “Ini akan mengganggu musim tanam kita. Tahun depan mengarah kepada musim kering. Lebih lama dari 6 bulan, tapi ini masih baru perkiraan,” ujarnya.
Oleh karena itu, pak menteri mengingatkan bawha keankaragaman makanan menjadi penting. Yang menjadi tantantan bangsa Indonesia, masih selalu tergantung kepada beras. Suatu saat Indonesia semakin kekurangan beras. Sebab persawahan menjadi kawasan pertokoan dan perumahan. Sawah dikepung jalan tol dan kawasan industri.
“Lihat saja di Surabaya, sepanjang perjalanan saya dari Pantura ke Surabaya sampai ke Kediri, menyaksikan sawah sawah sudah menjadi kawasan permukiman,” kata Suswono lagi. Pak menteri menuding, banyak kepala daerah yang membiarkan sawahnya menjadi kawasan permukiman dan pertokoan.
Meski demikian pak menteri yakin bahwa Indonesia tidak akan kekuangan makan. “Asalkan definisi makan jangan nasi/beras. Banyak makanan pkok lainnya yang bisa dimanfaatkan. Seperti ganyong, uwi, girut, jagung, singkong dll,” katanya.
Pak Menteri merasa heran dengan maind set (cara berpikir), sudah makan jagung lima tongkol mengaku belum makan. Sudah makan 10 butir lumpia mengaku belum makan. Masak makan lima bungkus roti masih mengaku lapar, mengaku belum makan.
Karena itu, menurut menteri penting untuk memberikan pemahanan tentang makan. Bahwa makan adalah untuk menambah kalori. Kebutuhan tubuh orang dewasa sekiar 2500 kalori. Kebutuhan sebanyak itu dapat dihasilkan dari lauk pauk, nasi, sayuran dan lain lain. Tidak hanya dari beras. “Bukan karbohidratnya yang ditambah, tetatapi proteinnya. Maka perlu dikenalkan makanan selain beras tehadap anak anak kita,” tambahnya.
Hal lain, Pak menteri juga mengingatkan. Agar penduduk Jawa Tengah diminta rajin memelihara unggas dan hewan piaraan. Misalnya ayam dan kelinci. Rata-rata penduduk Indonesia baru memakan daging ayam 1 ekor selama 3 bulan. Indonesia kalah jauh dengan neger jiran. Penduduk Malaysia 1 bulan memakan daging ayam sebanyak 3 ekor ayam.
Demikian juga terhadap kebutuahan mengkonsumsi daging sapi. Penduduk Indonesia kurang dari 2 kg pertahun. “Mari kita penuhi makanan pokok dari pekarangan kita. Jadikan rumah sebagai kawasan hijau lestari. Manfaatkan pekarangan dan dikelola dengan baik agar menghasilkan.
Bagi penduduk kota yang tidak mempunyai lahan. Bisa memulai menamam sayuran dengan pot plastik (pollybakg). Tanamlah tanaman yang mudah dan mudah berbuah seperti cabe dan sayura sayuran. Tanaman sayuran itu dalam tiga bulan sudah panen. membuat kolam ikan lele. Memelihara ayam, kelinci atau hewan unggas lainnya.
“Setahun kelinci bisa manak enam kali dan minmal enam ekor,” kata pak Menteri. Daging kelinci juga enak dan bergizi seperti daging ayam. Sayurannya bisa menanam terong tomat, cabe, pare, kangkung, bayam dll. Intinya perkenalkan panganan lokal berbasik lokal kepada keluarga.
Karena itu, pak Menteri menyambut baik dengan diselenggarakannya festifal kuliner yang diselenggarakan penduduk Jawa Tengah di TMII ini. Diharapkan dengan kegiatan itu ada kemandirian dan kedaulatan pangan. Kedepan, Indonesia tidak impor makanan pokon, sayura sayuran dan buah buahan lagi.[[email protected]]

error: Content is protected !!