Eks Kepala KUA Bulukerto Dituntut 10 Bulan Penjara

0 40
Joko Lelono terdakwa mantan Ka KUA Bulukerto | Foto : Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI  – Sidang kasus penipuan dengan terdakwa mantan Kepala KUA Kecamatan Bulukerto H. Joko Lelolo SAg bin Sukandar hampir memasuki babak akhir. Terdakwa kasus penipuan dengan modus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) itu disidang dngan agenda tuntutan, Selasa (3/7) di Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri.

Pegawai negeri sipil yang diberhentikan dengan tidak hormat oleh Kementrian Agama (Kemenag) itu dituntut 10 bulan penjara. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kasi Pidum Andreas Yudhotomo, terdakwa berkumis tebal itu sudah terbukti telah melakukan penipuan terhadap dua orang korban.
Korbannya adalah Aris Wijayanto (27) dan Ita Novita (21) keduanya kakak adik warga Dusun Dagangan Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto. Keduanya telah mengalami kerugian sebesar Rp.20 Juta sebagai “syarat” untuk bisa diterima sebagai pegawai negeri sipil di Kantor KUA Bulukerto dan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri.

Namun sampai batas waktu yang dijanjikan ternyata keduanya tidak diangkat menjadi PNS. Sehingga kemudian, ibu kandung kedua korban, Daryatmi (48) melaporkan masalah tersebut ke Polsek Bulukerto. “Terdakwa sudah cukup bukti melakukan perbuatan melawan hukum seperti diatur dalam pasal 378 KUHP. Terdakwa layak dihukum 10 bulan,” ujar JPU.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majlis Hendra Utama SH.MH didampingi dua hakim anggota Brelly YDWH dan Nataria C Triana. Terdakwa hadir tanpa pengacara. Istri dan dua orang anaknya tampak hadir di ruang persidangan. Setelah majlis hakim mendengarkan tuntutan tersebut, ketua hakim mempersilahkan terdakwa untuk melakukan pembelaan.

Bukti kuitansi pengembalian

Pria berkulit hitam berpeci putih itu membacakan pembelaannya (pledoi) setebal empat halaman. Intinya tedakwa meminta dibebaskan dari segara dakwaan. Kalaupun dihukum, terdakwa meminta dihukum seringan ringannya. Alasannya ia telah mengakui perbuatannya salah.

Joko Lelono juga mengaku beritikad baik untuk mengembalikan dana kepada kedua korban, namun ditolak oleh orang tuanya. Alasan lain ia masih mempunyai dua anak yang sedang kuliah. Joko Lelono mengatakan kedua anaknya masih membutuhkan pendampingan dan biaya kuliah.

Joko juga merasa sudah menjadi korban pemecatan sebagai PNS. Selain itu juga, Joko Lelono mengaku menjadi korban pihak lain. Dimana ia telah mengirimkan uang sebanyak Rp.75 Juta kepada Tomy (pelaku lain dalam perkara ini), namun uang itu sampai sekarang tidak dikembalikan. (baca artikel pledoi ).

Mendengar pembelaan tersebut, majlis hakim memberikan kesempatan kepada JPU untuk menjawab pembelaan dari terdakwa. Secara tegas singkat dan padat. Andreas Yudhotomo tetap bersikukuh pada dakwaannya. Atas tanggapan dari JPU, majelis hakim akan melanjutkan sidang dengan agenda vonis sepekan mendatang.[[email protected]]

error: Content is protected !!