26 Desa Gelar Pameran

0 39
Bupati menyalami pengunjung ekspo dan pameran PLPBK di Selogiri | Foto Bagus

INFOWONOGIRI –  SELOGIRI – Sebanyak 26 Desa mengikuti ekspo dan pemasaran Penataan  Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK) 2012 di Taman Tugu Pusaka Selogiri. Pameran berlangsung mulai Jumat (13/7) hingga Minggu (15/7) lusa. Delapan Desa dari 26 Desa sedang melaksanakan program PLP-BK sejak 2011.

Ke delapan Desa tersebut telah menerima dana dari Neoborghog Developmen/ND (Penataan Desa) Belanda sebesar Rp.8 milyar, atau masing masing Rp.1 Milyar. Di tahun mendatang, ke delapan Desa itu diusulkan untuk mendapatkan dana dari ND masing masing sebesar Rp.3 Milyar.

Yaitu Desa Jendi, Nambangan, Sendang Ijo, Kali Ancar, Singodutan di Kecamatan Selogiri. Desa Purworejo, Bulusulur, dan Wonoharjo di Kecamatan Wonogiri. Sedangkan 18 Desa lainnya adalah PNPM Reguler. Masing masing telah menerima dana berfariasi antara Rp.50 juta-Rp.150 juta. Ke 18 Desa itu akan diusulkan ikut dalam program PLP-BK.

Ekspo dan Pemasaran tersebut dibuka oleh Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto. Bupati dalam sambutannya mengapresiasi positif pameran dan pemasaran tersebut. “Hasil dari PLP-BK mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama sektor riil, kami harapkan bisa terus bergulir,” kata Bupati.

Usai bersambut, Bupati meneken MoU antara 8 Desa ND dengan LPPM UMS. Isi MoU antara lain menjalin dan membangun kemitraan bidang pemberdayaan masyarakat. Univertas Bangun Nusa Veteran Sukoharjo akan bekerja sama dengan Desa Purworejo dan Wonoharjo.

Ketua Panitia Ir. Nur Hasan MT mengemukakan bawha expo dan pemasaran tersebut merupakan tindak lanjut dari program PLP-BK yang telah berjalan selama beberapa tahun. Ia berharap Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibina memiliki jaringan pemasaran yang luas untuk mengembangkan usahanya.

Acara itu juga dihadiri Tenaga Ahi Urban Planer (Penataan Tata Kota) Rudi, SKPD terkait dan Camat Selogiri, Bambang Haryanto. Camat Selogiri mengemukakan PLP-BK merupakan kelanjutan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Awalnya pada 2008 lalu hanya Desa Jendi sebagai pilot project PLP-BK.

KSM yang ada diharapkan menjadi embrio dan kian berkembang. “Taman Tugu Pusaka kini menjadi wisata kuliner yang tertata,” kata Bambang. Di sekitar taman tersebut, dipamerkan produk-produk KSM. Seperti kerajinan anyaman gedebog pisang, makanan, minuman, batik, pengelolaan tambang emas berbasis lingkungan di Desa Jendi dan potensi wisata air terjun Kedung Turuk di Desa Kaloran.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!