Spesialis Rumah Kosong ,Dilumpuhkan Dengan Pistol

0 77
Dua pelaku curat duduk baju biru seragam tahanan diinterogasi Kasatreskrim AKP Sukirwanto dan anggotanya | Foto : Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan di Bulusulur dan Di Giripurwo Wonogiri terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat dilakukan penangkapan oleh Tim Reserse Mobile Satreskrim Polres Wonogiri.

Kedua pelaku adalah Ahmad Efendi (29) swasta warga Sangkrah RT 02 RW 01 Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta dan Titus yulianto (28)  warga Sidomulyo RT 02 RW 09 Kampung Sewu Kelurahan Sewu Surakarta.

Kamis (21/6) kedua pelaku diamankan di Mapolres Wonogiri setelah ditangkap Rabu malam pukul 22.30 WIB (20/6) kemarin. Ahmad Efendi terkena tembakan pada betis kaki kirinya. Sedangkan Titus Yulianto terluka tembak pada betis kaki kanannya.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK melalui Kasatreskrim AKP Sukirwanto mengemukakan, kedua pelaku ditangkap di cave Zhenzou Kawasan Sriwedari Solo. Mereka beraksi bersama sama di dua tempat kejadian perkara, pada Rabu (13/6) lalu.

Yaitu, pertama di rumah Lurah/Kepala Dusun Bulusari Saad Prayitono (34) Bulusari RT 01 RW 03 Desa Bulusulur Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Kedua di rumah Aldaka Dwirada (30)  warga Kajen RT 01 RW 11 Kelurahan Giripurwo Kecamatan/Kabupaten.

Selain menangkap pelaku, tim yang dipimpin Kanitresmob Iptu Muhammad Khariri SH mengamankan barang bukti Honda Vario AD 4069 GU merah hitam, yang digunakan sebagai sarana beraksi. Sebuah gelang emas, dua unit jam tangan, dua dompet, pisau lipat, tang dan satu set obeng.

“Kedua pelaku residivis dan spesialis rumah kosong. Mereka sudah berkali-kali keluar masuk penjara, karena pencurian dengan pemberatan. Di Wonogiri pelaku hanya mengaku di dua TKP. Namun masih selidiki keterangan kedua pelaku,” ujar Kasatreskrim.

Kedua pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Keduanya mengaku terpaksa mencuri karena tidak mempunyai pekerjaan tetap, sementara mereka membutuhkan uang untuk keperluan keluarganya.

Efendi telah menikah dan telah mempunyai dua orang anak. Anak pertama sudah bersekolah di kelas 2 SD dan akan kedua berumur 3 tahun. Sedangkan Yulianto sudah menikah namun belum dikaruniai anak. “Pekerjaan saya sehari hari tukang tato,” ujar Efendi.

Efendi mengaku pernah dipenjara selama setahun karena tindakan yang sama di Solo, empat tahun silam. Sedangkan Yulianto mengaku pernah menjalani sebagai narapidana di Solo selama tujuh bulan. “Waktu itu saya menjambret,” ujar Yulianto.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!