Sidang Perdana Eks Kepala KUA Bulukerto Terpojok

0 50
Joko Lelono kepala KUA Bulukerto Tersangka penipuan tandatangani BAP di kejaksaan-Foto:bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sidang perdana kasus penipuan dengan modus rekruitmen calon pegawai sipil mulai digelar, Selasa (5/6) di Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri. Terdakwa mantan Kepala KUA Bulukerto Drs H. Joko Lelono hadir tanpa didampingi penasehat hukum. Agenda kemarin adalah pemeriksaan saksi-saksi dan terdakwa.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majlis Hendra Utama SH.MH didampingi Anggota Majlis Brelly YDWH dan Nataria C Triana. Jaksa penuntut umum adalah Andreas Yudhotomo alias Tomy. Empat dari enam saksi yang dipanggil hadir memberikan kesaksiannya.

Lima saksi Daryatmi (48) dan kedua anaknya Aris Wijayanto (27) dan Ita Novita (21) semuanya warga Dusun Dagangan Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto. Satu saksi lagi adalah Waluyo (29) honorer penyuluh di KUA Kecamatan Bulukerto atau stafnya Joko Lelono saat menjabat sebagai Kepala KUA, dan Heri staf Kemenag Kabupaten Wonogiri.

Para saksi dibawah sumpah membenarkan bawha Joko Lelono telah menipu keluarga Daryatmi. Yaitu berjanji bisa menyalurkan Aris Wijayanto dan Ita Novita menjadi CPNS, dengan syarat keluarga Daryatmi mau menyediakan sejumlah uang, minimal Rp.20 juta.

Karena terpengaruh bujukan Joko Lelono, keluarga Daryatmi bersedia menyerahkan uang kepada Joko Lelono. Uang Rp. 20 juta diserahkan melalui saksi Waluyo. “Ya saya pernah disuruh Pak Joko Lelono agar mengambil uang di rumah ibunya Ita Novita,” tutur Waluyo.

Benar bawha Ita Novita mulai Maret 2011 hingga Agustus 2011 Ita Novita masuk bekerja sebagai wiyata bhakti di kantor KUA Bulukerto. Sedangkan Aris Wijayanto juga berstatus sebagai honorer di SD Negeri di Bulukerto. Namun Ita maupun Aris sampai pekara itu terungkap tidak diangkat menjadi CPNS.

Bahkan menurut keterangan saksi, Heri Staf Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, bahwa SK honorer daerah diterbitkan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah atas usulan dari Kementrian Agama Kabupaten. “Seorang Kepala KUA tidak bisa menerbitkan SK honorer,” ujarnya.

Atas keterangan para saksi, terdakwa Joko Lelono membenarkan semuanya. Pria berkumis asal Wonokarto Wonogiri itu dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. [[email protected]]

error: Content is protected !!