Perampok Kemungkinan Masuk Melalui Tiang Antena atau Dapur

0 48

Ipda Kepala Unit Identifikasi Polres Wonogiri olah TKP | Foto : Bagusinfowonogiri.com – GIRIMARTO – Ada dua kemungkinan cara pelaku bisa masuk ke dalam rumah Kades Waleng Kecamatan Girimarti Slamet Riyanto. Pertama pelaku masuk sejak warung pemancingan masih buka. Setelah masuk, pelaku bersembunyi di dalam warung. Warung pemancingan itu terhubung dengan dapur dan rumah utama serta toko material.

Kedua kemungkinan pelaku masuk dengan cara memanjat tiang antenna, lalu melompat pagar besi lanti II rumah Slamet Riyanto. “Kayaknya yang paling mungkin pelaku sudah memperlajari terlebih dahulu, mungkin juga sebelumnya juga ikut mancing, saat warung kosong, pelaku masuk bersembunyi,” ujar salah satu saksi yang keberatan disebutkan namanya.

Kemudian, setelah pengunjung pemancingan sepi, pelaku beraksi. Namun saat akan beraksi, pelaku kebergok Kades. Saat itu Kades akan ke kamar mandi mau mengambil air wudhu. Namun ada yang menginformasikan, saat itu korban usai mengatarkan anaknya yang kedua kencing di kamar mandi.

Bukti lain, semua pintu rumah korban tidak ada yang mengalami keruakan akibat dicongkel atau dirusak. “Tidak ada satu pintu pun yang dirusak atau dicongkel,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika SIK melalui Kasatreskrim AKP Sukirwanto SH.

*Kades Waleng saat itu akan shalat tahajud.

Terpisah dikabarkan Slamet Riyanto sudah mulai membaik. Sudah bisa berkomunikasi dengan lancer. Slamet dalam waktu dekat ini akan segera mejalani operasi tulang yang mengalami fraktur. Kepala belakang Slamet Riyanto mendapatkan tujuh jahitan.

Beberapa saat sebelum kejadian, Slamet Riyanto sempat menjalankan shalat tahajud. “Usai tahajud saya mau naik ke lantai atas, sebelumnya saya sempat menengok ke luar rumah dari lantai bawah karena ada mobil berhenti, mobil itu milik orang yang saya kenal. Saya ke lantai atas, orang itu ternyata sudah di lantai atas,” terangnya.

Slamet Riyanto di rumah tinggal bersama istrinya Tutik (35) dan kedua anaknya, yaitu Atika (16) dan Dimas (12). Saksi saksi yang telah dimintai keterangan polisi adalah Sarno (43) dan Sarno (35).

Sementara malam Kapolsek Girimarto melaporkan ada empat anggotanya yang semestinya bertugas piket di kantor, yaitu Ipda Mashudi, Brigadior Suyatno, Briptu Pramu dan Briptu Kuncoro. Dua anggota Koramil juga dilporkan piket malam yaitu Wagiyo dan Muji. Namun mereka tidak mengetahui kejadian itu. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!