Para Camat Pesimistis Input E-KTP Selesai Sesuai Target

0 44
Proses pendataan e-KTP di kecamatan Wuryantoro | Foto : Bagus

infowonogiri.com -WONOGIRI – Pemerintah Pusat menargetkan input data KTP elektronik (e-KTP) harus selesai minggu kedua Oktober 2012.

Namun pejabat daerah masih jelas, setelah Oktober mendatang, apakah program input data gratis tersebut masih berlanjut atau tidak. Selain itu tidak jelas pula apa konsekuensinya jika daerah tidak mampu memenuhi target yang ditentukan.

Sementara para camat di Kabupaten Wonogiri mengaku pesimis input data e-KTP akan sesuai target. Hingga kini, penyelesaian input data baru mencapai 25% dari sekitar 900.000 penduduk. Mesikpun petugas sudah bekerja keras melembur pendataan hingga larut malam.
Seperti dikemukakan Camat Wonogiri, Slameto Sudibyo, kemarin. “Ada pertanyaan yang mengganjal. Seandainya pada Minggu kedua Oktober nanti tidak selesai, apa konsekuensinya? Apakah tidak diakui, tidak terinput, atau bagaimana?” ujarnyanya saat rakor di Pemkab Wonogiri.

Dicontohkan, meski sudah bekerja lembur sampai tengah malam, namun hanya mampu menyelesaikan maksimal 500 orang per hari. Sementara, jumlah penduduknya mencapai 76.000 jiwa. Perhitungannya jika setiap hari lembur sampai pukul 24.00 WIB. Maka input data e-KTP baru selesai paling cepat awal Desember.

Camat Giriwoyo, Sariman juga mengemukakan hal sama. Dibeberkan, sampai 26 Juli lalu, input data e-KTP baru mendapatkan sekitar 16.000 penduduk. Padahal, jumlah penduduk Giriwoyo mencapai 51.000 jiwa. Petugas Kecamatan Giriwoyo juga sudah bekerja lembur. Daya listrik juga telah dinaikkan 3.000 Watt. “Tetap tak mampu untuk lembur malam. Pada lebaran nanti, kalau pemohon melonjak bagaimana?” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Wonogiri, Hernowo Narmodo mengaku belum memperoleh keterangan yang pasti dari pemerintah Provinsi dan pusat. “Pusat hanya mengatakan harus selesai minggu kedua bulan Oktober,” katanya.

Menurut Hernowo masih banyak kendala sehingga target tersebut sulit dicapai. Antara lain kendala tegangan listrik yang kerap turun dan minimnya peralatan. Menurutnya Pemprov Jateng sudah mengijinkan Wonogiri meminjam tiga unit alat input data dari daerah lain. “Kita pinjam ke DIY dan dua lagi belum tahu pinjam ke mana, nanti” pungkasnya. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!