Musim Kemarau, Warga Eromoko Mulai Ngangsu Ke Wonosari

0 52
Warga Eromoko ngansu air ke Wonosari DIY | Foto : Bagus

infowonogiri.com – EROMOKO – Akibat lama tidak turun hujan di wilayah Eromok dan sekitarnya, penduduk di Dusun Tanjung dan Ngringin Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Wonogiri terpaksa mulai mengangsu (mengambil air) ke luar dusunnya. Sebab sudah beberapa hari terakhir ini sumber mata air di wilayahnya telah mengering.

Seperti yang dilakukan oleh Sukoyo alias Suko (45) warga Dusun Ngringin Desa setempat. Suko menceritakan sumurnya telah mengering sejak hampir sebulan ini. Sebagai solusinya warga terpaksa menyedot air dari luweng (sungai bawah tanah) di wilayah Dusun Jomblang Lor, Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul, DIY.

Jarak rumah dengan lokasi sumber air mencapai 1,5 KM. Sebagian warga mengendarai sepeda motor untuk mengangkut jerigen-jerigen berisi air. Sebagian lain memikul air dengan berjalan kaki.

“Hampir setiap hari kita ngangsu lima kali dua jerigen takaran 50 liter air. Pagi tiga kali, sore dua kali,” katanya. Air tersebut untuk memasak, minum, mandi, mencuci dan minum ternak. Keperluan mandi dibatasi. Sedangkan untuk menyirami petanian, tidak dilakukannya karena keterbatasan tenaga dan waktu.

Kepala Dusun Ngringin, Tusiran mengatakan pompa air yang digunakan untuk menyedot air di sumber Luweng adalah bantuan dari Pertamina yang telah dioperasikan sejak sebulan silam. Pipa jaringan air sudah sampai di wilayahnya. Beberapa bak penampungan sudah terpasang. Namun air belum sampai ke rumah mereka. “Karena saat ini sedang diperbaiki,” katanya.

Untuk mencapai rumah warga, dibutuhkan tiga unit pompa air. Satu pompa dari Pertamina telah digunakan untuk menyedot air dari pusat luweng. Sedangkan satu pompa lainnya untuk mendorong air hingga ke bak penampungan dan permukiman warga.

Suyoto alias Yoto (40) warga Dusun Tanjung menambahkan sebelum ada bantuan pompa tersebut, warga terpaksa menuruni luweng sedalam 70 meter. Pekerjaan rutin itu dilakukan oleh pria atau wanita. Setelah dipikul dari luweng baru dinaikan ke sepeda motor. “Sekarang cukup terbantu karena tidak perlu turun ke luweng” katanya.[[email protected]]

error: Content is protected !!