Menu Wajib Senin Kemis Makan Tiwul

2 136
Gubenur Tilik Kebun Rakyat Dusun Semen | Foto : Bagus

infowonogiri.com – KISMANTORO – Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di lapangan Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Selasa (12/6). Gubernur mengatakan kegiatan TMMD telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan TMMD semakin ditingkatkan baik dana maupun sasaran, karena bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Penduduk Jateng ada sekitar 33 juta jiwa. Semua membutuhkan pelayanan kesejahteraan.

Karena itu TNI dan aparat pemerintah harus menyatu bekerja keras demi segera tercapainya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Tidak ada kata selain bersatu, dan harus semakin kuat. Kebersamaan jangan sampai luntur,” ujarnya berulang ulang.

Program Bali nDeso mBangun Deso yang dicanangkan Bibit Waluyo sejak Agustus 2008 lalu harus tetap dijalankan meski dirinya kelak tidak lagi menjabat sebagai gubernur. “Satu tahun lagi kepemimpinan saya berakhir. Provinsi Jawa Tengah harus bisa menjadi contoh Provinsi lain. Termasuk keamanan dan ketertiban. Kita tidak boleh ketinggalan dengan wilayah lain, Jawa Tengah menjadi pusat segala-galanya, prestasi ini harus dipertahankan,” imbuhnya.

Usai menutup TMMD, Gubenur didampingi Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto mengunjungi Dusun Semen Desa Semin, Kecamatan Nguntoronadi. Desa Semin adalah salah satu desa yang telah mengimplementasikan kebijakan penganekaragaman konsumsi pangan.

Desa Semin menjadi salah satu Desa yang ditetapkan menjadi Desa Mandiri Pangan melalui Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Secara swadaya masyarakat setempat mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dari hasil tanaman di pekarangan rumahnya. Mereka tergabung dalam kelompok P2KP Melati.

Pekarangan rumah penduduk setgempat ditanami tanaman sayur seperti terong, kacang panjang, kubis, tomat, lombok, dan buah naga dan lainnya. Taman tersebut ditanam di media polybag saja.

Mereka juga menanam tanaman obat, empon-empon, buah, dan umbi-umbian di tegalan. “Belanja sayur sehari bisa Rp.5-10 ribu setiap hari. Sekarang uangnya bisa disimpan. Jadi hemat kan? Lombok ada, tomat ada, tinggal petik lalu bikin sambel tomat. Mau masak sop, tinggal petik kobis, wortel dan lainnya. Yang perlu dibeli garam dan ikan asin saja,” ujar Gubernur sembari tertawa.

Ibu ibu setempat juga mengelola industri rumah tangga berbahan baku singkong menjadi tepung wonocaf dan tepung tapioka, dan diolah menjadi gaplek dan tiwul. Tiwul disepakati warga menjadi menu wajib seminggu dua kali, pada Senin dan Kamis. Warga Desa Semin mampu menghemat rata-rata 1,5 kg beras / KK /Minggu. Total dalam sebulan warga Desa Semin menghemat 460 Kg beras.

“Ini akan saya pamerkan ke nasional. Kebun bibit rakyat dan pengolahan pangannya akan saya jadikan percontohan nasional. Di manapun ada event nasional akan saya sampaikan apa yang ada di dusun ini, agar menjadi percontohan desa lain,” terang Gubernur.[[email protected]]

error: Content is protected !!