Kemarau Tangki Pemda Mulai Dioperasikan

0 33
Penyerahan Bantuan Air | Dokumentasi

infowonogiri.com – WONOGIRI – Mobil Tangki air milik Pemerintah Kabupaten Wonogiri mulai difungsikan di tiga kecamatan sejak dua dan satu pekan lalu, menyusul kian banyak warga yang mulai kesulitan air bersih menyusul musim kemarau yang melanda wilayah Wonogiri di beberapa kecamatan khususnya Paranggupito, Giritontro dan Pracimantoro.

Meski demikian, kebutuhan sarana mobil tangki akan mencapai puncaknya pada Juli dan Agustus mendatang, puncak kemarau diperkirakan akhir Juli hingga Agustus, bahkan mungkin sampai awal September.
Camat Paranggupito, Purwoto mengemukakan, di wilayahnya terdapat delapan desa yang secara umum penduduknya sudah membeli air dari tangki swasta dan Pemkab. Ke delapan Desa itu adalah Desa Gendayakan, Gudangharjo, Sambiharjo, Gunturharjo,  Paranggupito, Song Bledek, Johunut, dan Ketos.
Namun bagi warga yang kemampuannya terbatas maka membeli airnya di bak PDAM. Harga air tergantung kesepakatan kelompok. Rata-rata Rp. 1.000 per pikul. “Sedangkan harga air bersih dari tangki mobil Pemkab lebih murah Rp10.000 hingga Rp 20.000,” katanya, Senin (25/6).
Sedangkan Camat Pracimantoro, Bhawarto mengatakan tangki air mulai beroperasi satu minggu lalu. Tetapi menurutnya, warganya belum bisa dikatakan mengalami kekurangan air bersih massal. Sebab masih ada telaga yang bisa dimanfaatkan penduduknya.
“Ada lagi sumber air Seropan sudah dipersiapkan untuk dibuka, namun masih menunggu pihak BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo). Pagu anggaran lewat PESDM juga sudah disampaikan,” katanya.
Di wilayah Pracimantoro setiap tahun ada delapan desa yang kekurangan air bersih. Yaitu Desa Petirsari, Gebangharjo, Gedong, Joho, Glinggang, Watangrejo, Gambirmanis, dan sebagian Suci. Tiga Desa lain tergolong rawan kekeringan, yakni Kelurahan Bayemharjo, Desa Jatirejo, Tlogosari.
Sementara Sekcam Giritontro, Joko Waluyo mengatakan tangki Pemda beroperasi sejak dua minggu. “Di Desa Ngargoharjo ada sumber yang mencukupi, sumber itu meski kemarau masih ada air. Beberapa warga dari dusun lain juga mencari ke sana,” jelasnya.[[email protected]]
error: Content is protected !!