Harmoko Mendirikan SMP di Pondok Pesantren Hanacaraka

0 153
Peletakan batu pertama oleh Harmoko dan Begug Poernomosidi | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Satu lagi sekolah setingkat SMP berdiri di Wonogiri. Kali ini, tidak tanggung tanggung, yang memprakarsai pendirian SMP ini adalah mantan Ketua MPR RI, H Harmoko dan mantan Bupati Wonogiri H Begug Poernomsidi.

Gedung sekolah itu dibangun di satu lokasi dengan Pondok pesantren (Ponpes) Hanacaraka, di Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Harmoko kapasitasnya adalah sebagai Ketua Dewan Pembina Ponpes tersebut. Sedangkan Begug Poernomosidi adalah Dewan Pembina Ponpes tersebut.
Harmoko menargetkan pembangunan SMP Hanacaraka kelar dalam waktu tiga bulan. Tampak hadir Dr Said dari Institut Javanologi UNS, Prof Dr Sarwanto dari ISI Surakarta, H Kaelani dari Paguyuban Purnomosidi, serta para tokoh budaya dan masyarakat lainnya.
Gedung SMP itu dibangun lahan seluas tiga hektare. Terdiri dari dua lantai. Tiga kelas untuk ruang belajar, satu ruang untuk perpustakaan, dan satu ruang untuk guru dan staf. Biayanya disiapkan Rp 500 juta. “Tapi uangnya baru ada Rp.300 juta jadi masih kurang Rp. 200 juta. Yang mau menyumbang silahkan,” kata Harmoko.
Tujuan didirikannya SMP Hanacaraka ini bertujuan untuk mengembangkan budaya Jawa yang bernilai luhur. Seperti yang diajarkan di Ponpes Hanacaraka yang mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam dengan budaya Jawa.
Kedepan, Harmoko bercita cita mendirikan SMA dan Perguruan Tinggi di kompleks Ponpes Hanacaraka. “Siapa tahu sepuluh tahun lagi di sini berdiri perguruan tinggi Hanacaraka. Siapa tahu suatu saat Wonogiri menjadi pusat pendidikan,” imbuhnya.
Bicara soal pendidikan saat ini, Harmoko merasa prihatin, kini biaya sekolah sangat mahal. Harmoko juga mengaku sering mendenar sekolah ambruk serta biaya kuliah yang mencapai ratusan juta rupiah.
Padahal, anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN. “Banyak yang drop out karena nggak mampu bayar. Mau bayar Rp 10.000 saja susah apalagi Rp 150 juta buat masuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Mantan Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi merasa sangat senang dengan berdirinya ponpes dan SMP ini. Keduanya merupakan sarana pendidikan yang sangat berguna untuk membangun watak dan kepribadian bangsa.
“Jati diri bangsa sekarang hilang. Anak tidak bisa berbahasa krama kepada orang tua. Yang diunggulkan malah Lady Gaga, bukan budaya sendiri,” kata Begug. Begug berharap agar sejak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga SMA, anak diberi pendidikan budaya, budi pekerti, bahasa Jawa, hingga menulis Jawa.
Ketua Ponpes Hanacaraka, Widodo Wilis mengemukakan, siswa SMP Hanacaraka rencananya diasramakan di Ponpes. Saat ini, Ponpes memiliki Madrasah Dinniyah, siswanya hanya dipungut Rp.10.000 per bulan. Mereka tidak hanya belajar agama Islam. Namun juga dilatih budaya Jawa, seperti karawitan, seni tari, wayang dan pedalangan. Bahkan, santri dibekali dengan bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab. [[email protected]]

 

error: Content is protected !!