Ganthol Listrik 3 Lampu Rp 3 ribu TV 12 Ribu Perbulan

0 41
Bintek PLTS | Foto :Bagus

infowonogiri.com – SELOGIRI – Wilayah Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri masih banyak penduduk yang belum bisa menikmati listrik secara maksimal. Karena jaringan listrik belum masuk sampai ke wilayahnya.

Antara lain sebanyak 54 Kepala Keluarga (KK) di Desa Keloran Kecamatan Selogiri. “Warga saya ada 57 KK yang ngganthol listrik, karena memang jaringannya belum masuk,” ujar Kades Keloran, Maryanto, usai Bintek Kamis (21/6) di wilayah setempat.

Maryanto mengemukakan ke 54 KK itu menempati rumah di Dusun Temulus, Popok dan Ngringin. “Ada 200-an jiwa. Nggantholnya tidak semuanya dekat, ada yang lebih dari dua kilometer,” ujar Maryanto.

Menurutnya, dari 57 KK pernah mendapat bantuan pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 54 unit. Namun separuh diantaranya sudah mengalami kerusakan. “Kebanyakan yang rusak akinya,” beberanya.

**954 Pembangkit Listrik Rusak

Pihak kantor Energi Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Wonogiri berharap di Dusun-dusun terbentuk kelompok dan harus ada yang bisa menjadi teknisi. Sehingga manakala terjadi kerusakan ada yang bisa memperbaiki. Manakala ada aki yang mati, bisa dibelikan secara bergilir, seperti arisan.

Kabid Geologi Air Tanah dan Energi Dinas Pengairan dan ESDM Wonogiri, Eka Septaningsih mengatakan warga di Temulus yang ngganthol membayar kepada tetangganya yang telah memasang listrik.

Mereka membayar perbulan. Harganya tiga lampu Rp 30.000, TV tambah Rp 12.000, dan radio Rp 5.000 per bulan membayar. Rata rata warga membayar Rp.50 ribu listrik dari menggantol.

“Padahal lebih hemat diperbaiki, dibelikan aki lalu dirawat. Dengan tenaga surya tidak perlu bayar alias gratis,” terangnya. Jumlah PLTS di Selogiri tidak terdata. Untuk membuat satu instalasi PLTS lengkap panel surya mencapai Rp.7 juta.

Senada dikemukakan oleh Kepala Balai Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Muria, Pati, Imam Nugraha Heru Santoso. “Jumlah pasti PLTS yang rusak tidak terdata, tapi laporanya banyak,” katanya.

Di Wonogiri total ada sebanyak 954 PLTS yang tersebar di daerah pegunungan. Kebanyakan sudah mengalami kerusakan. Disebabkan karena aki-nya tidak dirawat. Padahal satu aki bisa tahan tiga tahun jika dirawat.

“Air aki tidak rutin dicek bahkan tidak diganti. Aki fungsinya menyimpan listrik menjadi tidak berfungsi. Harga aki Rp.400 ribu. Aki biasa memiliki daya 50an watt pik untuk tiga lampu penerang. Cukup untuk penerangan rumah dan belajar,” katanya.

Kepala Balai ESDM Wilayah Surakarta, Edy Sucipto menandaskan dengan ganthol sangat boros. Banyak tegangan hilang namun membayar lebih mahal dibanding membeli aki baru.[[email protected]]

 

error: Content is protected !!